Aku ada di persimpangan jalan. Kepalaku pening harus memilih jalan yang mana. Tidak bisa ku lalui jalan itu sekaligus saat keduanya berlainan arah, jika ku paksakan mungkin tak akan baik untuk keduanya, ah lagian fokusku tak sebaik itu. Mungkin yang lain bisa karena yang mereka jalani searah.
Ada yang harus ku lepaskan untuk berjalan kearah yang lain. Di sana ada cahaya yang masih berupa kerlip bagiku, berharap cahaya itu semakin terang. Kupikir di sini terlalu gelap (atau ini hanya pemikiranku?). Terlalu bodohkah aku jika meninggalkan jalan ini? Ini seperti zona aman bagiku, aku tak tau situsi jalan di sana itu, bagaimana nantinya? Pun jika kupeluk keduanya rasanya aku terlalu egois.
Terdengar selentigan bahwa di sana blablabla, ah kenapa tak terdengar bagus? Ekspektasiku blablabla. Apa yang salah? Apa harapanku terlalu tinggi? Tidak lagi, kepalaku jadi tambah pening, Allah kirimkan sebuah tanda untukku, aku takut tersesat dan jatuh.
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar