Langsung ke konten utama

Persimpangan jalan

Aku ada di persimpangan jalan. Kepalaku pening harus memilih jalan yang mana. Tidak bisa ku lalui jalan itu sekaligus saat keduanya berlainan arah, jika ku paksakan mungkin tak akan baik untuk keduanya, ah lagian fokusku tak sebaik itu. Mungkin yang lain bisa karena yang mereka jalani searah.
Ada yang harus ku lepaskan untuk berjalan kearah yang lain. Di sana ada cahaya yang masih berupa kerlip bagiku, berharap cahaya itu semakin terang. Kupikir di sini terlalu gelap (atau ini hanya pemikiranku?). Terlalu bodohkah aku jika meninggalkan jalan ini? Ini seperti zona aman bagiku, aku tak tau situsi jalan di sana itu, bagaimana nantinya? Pun jika kupeluk keduanya rasanya aku terlalu egois.
Terdengar selentigan bahwa di sana blablabla, ah kenapa tak terdengar bagus? Ekspektasiku blablabla. Apa yang salah? Apa harapanku terlalu tinggi? Tidak lagi, kepalaku jadi tambah pening, Allah kirimkan sebuah tanda untukku, aku takut tersesat dan jatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kita tidak sama

Apa yang kita lakukan, pasti ada saja yang tidak suka dengan kita. Padahal menurut kita, kita melakukan hal yang baik. Itu karena isi kepala setiap orang berbeda beda, ada yang berpendapat A, ada yang B , dan seterusnya. Kritikan selalu datang, kadang membangun, kadang menjatuhkan. Ikuti yang kritik yang membangun, buang kritik yang hanya berusaha menjatuhkan kita. Keep calm down. Toh, Allah menciptakan dunia yang begitu luas dan pasti ada banyak orang untuk kita di luar sana. Yang mampu menerima kita apa adanya.

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Selama Pandemi

Pandemi? jeda. Setelah 2018, 2019 dan awal tahun tadi memforsir badan. Sempat nangis juga awal tahun tadi karena malam-malam kaki sakit karena kecapean. Awal juni kita kembali ke rutinitas, karena tidak ada surat perpanjangan belajar di rumah bagi sekolah. Tidak berekspektasi macam-macam, mau diperpanjang maupun tidak belajar dirumahnya, seperti punya 2 mata sisi uang atau pisau ya? saya percaya pemerintah punya pertimbangan matang untuk mengatasi masalah ini.      Lalu apa kegiatan selama di rumah? Pembelajaran secara daring, saya lakukan dengan menggunakan google classroom bagi kelas XI. Kenapa tidak menggunakan WA? Sempat saya gunakan ketika USBN, namun saya kewalahan dan membingungkan dengan banyaknya chat siswa, memori handphone juga penuh. Google classroom berhasil untuk sebagian siswa, namun ada saja siswa yang mengeluhkan mengenai sulitnya jaringan, ketiadakan kuota internet, belum paham cara menyerahkan tugas di google classroom, namun enggan bertanya, h...