Langsung ke konten utama

Itu Saja

Percayalah
Aku tau kapan aku harus berhenti
Tapi untuk saat ini tidak kau ataupun mereka yang bisa hentikan aku
Ini sudah terlalu jauh
Bagaimana mungkin kau minta aku untuk menyerah
Jangan menatapku begitu
Aku terlalu dewasa untuk kau khawatirkan
Percayalah

Apa kau tadi bilang aku akan hancur lagi seperti dulu sambil berurai air mata?
Mungkin kau benar, tapi sedikit
Aku mungkin akan sedih, ah sekarangpun sudah mulai sedih
Iya, tapi tak perlu kau bahas tentang bantalku yang basah karena cengengku
Atau mataku yang bengkak karena tangisku di malam buta
Itu dulu aku dengannya dan sikap cengengku
Dan kau tau sekarang?
Ini adalah aku dengannya dan sikap dewasaku

Kau masih belum percaya
Kau membuatku sedih dengan sikapmu
Kau bilang aku akan terluka jika aku tak berhenti sekarang?
Hei aku sudah terluka sebelumnya
Tak apa kutambah sedikit lagi

Jangan berteriak padaku seolah-olah kau yang paling tau
Kau tidak tau
Sama, dan aku pun juga tak tau
Oleh karena itulah biarkan aku mencari tau
Tak apa jika aku jatuh
Tak apa jika aku menangis
Tak apa jika aku terluka
Tak apa jika aku kau bilang bodoh
Setidaknya dengan terus mencoba aku akan tau
Itu saja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Iseng

Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut,  aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas.  Merasa tak nyaman dan...

Halo Malamku

12.51 WITA hari senin, tanggal 25 November 2019, aku duduk di depan laptopku di tengah malam buta.  "Halo malamku, lama tak berbincang, bagaimana kabarmu? aku? aku baik baik saja. Setidaknya itu yang selalu kucoba. Ngomong-ngomong, ijinkan aku bercerita malam ini. Tentang aku. Tentang hidup yang membawaku jauh dari rumah. Hidup yang membawaku ke tempat ini sekarang dan menemukan diriku yang lain. Diriku yang selalu mencoba untuk kuat menghadapi apapun tantangan di depanku, karena sungguh aku tak punya apapun selain menghadapinya.  Aku yang sekarang adalah aku yang berusaha untuk selalu tangguh, takkan kusalahkan diriku dan siapapun. Ini keputusan dan sudah Allah gariskan untukku. Aku masih sering menangis di pojokan kamar ketika lelahku, ketika mumetnya kepalaku dengan segala permasalahan, mencoba menganalisa, 'aku sedang apa sih?' oh iya, aku sedang meniti masa depanku, aku juga sedang berjudi. Pengalaman  pekerjaan di waktu sebelumnya kadang tak membuat enak hati. ...

Dia yang berwibawa

Dia yang berwibawa. Dengan S3 yang disandang nya tak membuat kesombongan tampil di wajahnya, tak ada kepala yang mendongkak. Senyum dan sapa senyum selalu menyertai. A h, dia tak seperti orang orang bertitel hebat lainnya. Kata sayang juga selalu ditambahkannya dalam setiap kalimatnya, tak ada yang tak suka jika dipanggil dengan seakrab itu. Humor selalu dia sematkan baik dalam perbincangan santai maupun dalam forum formal. Logat maduranya kental, suaranya khas, jika orang mendengar suaranya, ah pastilah dia yang berwibawa. "Syuting di alam sebelah" dia pula yang selalu katakan. Aku memang tak mengenalnya dengan baik, hanya sempat diajarnya satu semester, hanya sekedar sapa sepintas lalu pula, semua itu cukup menorehkan rasa sungkanku padanya . Dia sosok yang membuktikan, untuk menjadi orang yang hebat, dihormati, dan berwibawa dapat dimulai dengan senyum keramahan dan tidak sombong. Dan dia yang berwibawa adalah orang yang luar biasa.