Langsung ke konten utama

Itu Saja

Percayalah
Aku tau kapan aku harus berhenti
Tapi untuk saat ini tidak kau ataupun mereka yang bisa hentikan aku
Ini sudah terlalu jauh
Bagaimana mungkin kau minta aku untuk menyerah
Jangan menatapku begitu
Aku terlalu dewasa untuk kau khawatirkan
Percayalah

Apa kau tadi bilang aku akan hancur lagi seperti dulu sambil berurai air mata?
Mungkin kau benar, tapi sedikit
Aku mungkin akan sedih, ah sekarangpun sudah mulai sedih
Iya, tapi tak perlu kau bahas tentang bantalku yang basah karena cengengku
Atau mataku yang bengkak karena tangisku di malam buta
Itu dulu aku dengannya dan sikap cengengku
Dan kau tau sekarang?
Ini adalah aku dengannya dan sikap dewasaku

Kau masih belum percaya
Kau membuatku sedih dengan sikapmu
Kau bilang aku akan terluka jika aku tak berhenti sekarang?
Hei aku sudah terluka sebelumnya
Tak apa kutambah sedikit lagi

Jangan berteriak padaku seolah-olah kau yang paling tau
Kau tidak tau
Sama, dan aku pun juga tak tau
Oleh karena itulah biarkan aku mencari tau
Tak apa jika aku jatuh
Tak apa jika aku menangis
Tak apa jika aku terluka
Tak apa jika aku kau bilang bodoh
Setidaknya dengan terus mencoba aku akan tau
Itu saja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dusta

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Catatan Dosen Muda Amatir

Tak terasa sudah satu semester lebih aku menjadi dosen di kampusku STKIP Paris Barantai Kotabaru. Sebagai pengajar muda plus amatir, banyak hal yang kupelajari, seperti cara mengajar dan membuat perangkat perkuliahan. Bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya sebagai orang yang baru dalam dunia pendidikan, aku harus belajar hal-hal yang belum aku ketahui meski aku kuliah di jurusan Pendidikan. Gampangnya, semakin sering aku berlatih maka hal-hal baru tersebut semakin aku akrabi dan terbiasa. Membuat bahan ajar juga bisa dibilang cukup sulit, tak jarang aku harus begadang untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Selain itu dengan umur yang tak berbeda jauh dengan mahasiswa yang kuajar, tak sedikit tatapan-tatapan yang meragukan kemampuanku J , risih sebenarnya di awal, namun dengan berjalannya waktu, aku lebih memilih untuk fokus memperbaiki cara mengajarku dan belajar  lagi dari orang-orang yang lebih tahu dan juga berdiskusi dengan teman-teman, sharing tetang hal-hal yan...