Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label sastra

Pembicaraan Bodoh

Apa kita sedang saling mengunggulkan diri masing-masing? Ah, ini tampak pembicaraan yang paling bodoh Walau kita sedang mengaku HEBAT Jangan, jangan lagi dengan DULU Dulu aku, kau dulu Lihat mereka sedang tertawa di belakang punggung kita Cekikikan dengan mata bebinar seperti punya mainan baru tampaknya bagi mereka Apa peduli mereka ha? Apa? Mereka bilang PERSETAN bukan dulu aku, kau dulu Tapi sekarang aku, kau sekarang... Apa kita sedang memuji diri kita masing-masing? Ini adalah pembicaraan yang paling bodoh Walau kita sedang mengaku TUHAN

Berbicara tentang nasib

Saat kecantikannya menjadi perhatian orang di sekelilingnya Ku kadang merasa iri Karena aku tak SEPERTI dia Saat barang mewah yang dipakainya dipuji oleh teman-teman Ku kadang merasa iri Karena aku tak SEPERTI dia Berbicara tentang NASIB Mereka bilang roda itu berputar Mereka bilang selalu ada langit di atas langit Ah, mereka juga bilang tentang blablabla dan bla Jalan tampaknya masih begitu panjang Ujungnya pun belum terlihat Tak bisa ku terka apakah di sana ada jurang Lintah dengan kepala medusa kah Yang siap mengisap darahku dan seketika membuatku menjadi batu hanya dengan melihat matanya TAPI Tuhan punya rencana sendiri terhadap hidup manusia Kita sebagai pemain hanya bisa mengikuti adegan demi adegan yang tersaji Berbicara tentang NASIB Aku tak tahu Aku hanya sedang berusaha Walau tertatih Walau gelap Aku hanya sedang berusaha

Itu Saja

Percayalah Aku tau kapan aku harus berhenti Tapi untuk saat ini tidak kau ataupun mereka yang bisa hentikan aku Ini sudah terlalu jauh Bagaimana mungkin kau minta aku untuk menyerah Jangan menatapku begitu Aku terlalu dewasa untuk kau khawatirkan Percayalah Apa kau tadi bilang aku akan hancur lagi seperti dulu sambil berurai air mata? Mungkin kau benar, tapi sedikit Aku mungkin akan sedih, ah sekarangpun sudah mulai sedih Iya, tapi tak perlu kau bahas tentang bantalku yang basah karena cengengku Atau mataku yang bengkak karena tangisku di malam buta Itu dulu aku dengannya dan sikap cengengku Dan kau tau sekarang? Ini adalah aku dengannya dan sikap dewasaku Kau masih belum percaya Kau membuatku sedih dengan sikapmu Kau bilang aku akan terluka jika aku tak berhenti sekarang? Hei aku sudah terluka sebelumnya Tak apa kutambah sedikit lagi Jangan berteriak padaku seolah-olah kau yang paling tau Kau tidak tau Sama, dan aku pun juga tak tau Oleh karena itulah biarkan a...