Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label life

Kecil itu...

Punya tubuh kecil itu gampang-gampang susah. Acap kali dibully oleh orang sekitar, baik itu teman, orang tak dikenal, kadang juga keluarga. Seringnya sih sama teman, dan itu sejak SMP sampai sekarang kerja. Apalagi HIMAI, ya aku jadi sasaran bullying mereka kalo lagi ngumpul, dikatain lagi bawa adek lah, tapi akunya enjoy aja.   Saat remaja sih cukup sensi saat disinggung soal tinggi badan, biasa ABG labil. Namun makin ke sini dan dewasa, kata-kata yang bernada ejekan seputar tinggi badan semakin berkurang, mungkin pengaruh orang-orang disekelilingku yang sekarang adalah orang dewasa. Sebenarnya sih saat dikata-katain orang kecillah, blablabla sudah kuanggap sebagai hal yang biasa saja, tapi yang paling bikin sedih itu saat harus kehilangan kesempatan untuk masuk ke beberapa perusahaan atau pekerjaan yang mensyaratkan tinggi badan. Awalnya kupikir itu diskriminasi, tapi ya suatu pekerjaan pasti punya standar tersediri. Sakitnya tuh di mana-mana, bukan di sini aja :).   ...

Debat itu

Bukan main gatalnya tanganku untuk mengetik kalimat balasan di sebuah debat yang berasal dari status seseorang. Rasanya ingin kulontarkan bukti-bukti pendukung atas pendapat yang kusampaikan. Ya, aku dan orang tersebut berbeda pendapat tentang suatu hal. Satu dua kali balasan yang ku tuliskan di kolom komentar, bukannya mereda namun sepertinya masalahnya menjadi semakin melebar. Ya itu tadi tanganku jadi gatal akibat egoisku yang tak senang jika pendapatku disanggah dengan keras. Ku coba memikirkan jawaban atas pendapat yang dituliskannya, beberapa tulisan ku hapus kembali, mencoba menyusun kalimat yang tidak akan menimbulkan interpretasi lain dan bisa segera mengakhiri perdebatan itu. Namun beberapa pemikiran menghentikanku untuk melanjutkan perdebatan itu. Dan aku memilih berhenti. Bahan yang kami perdebatkan hanyalah persoalan kecil yang menjadi besar akibat ketidaktahananku untuk berkomentar dan ternyata si empu status tak terima dan mendebat balik mencoba mempertahankan pendapat...

Musibah

Kena musibah, tadi siang pas mau kerja motorku ditabrak sama anak sekolah, mungkin SMP atau SMA. Walau sempat terlempar dari motor alhamdulillah gak apa-apa, tapi paha rada sakit plus perih mungkin gara-gara kebentur aspal jalan. Bersyukur jatuhnya pelan, setidaknya gak ada yang patah dan berdarah-darah, semoga aja gak sampe kejadian kayak gitu. Padahal tadi pas mau belok sudah pakai lampu sein dan pelan tapi emang udah musibah ya kejadian. Tapi gak sepenuhnya pasrah juga sih, tuh bocah terlalu muda untuk membawa motor, juga memacu motornya terlalu kencang, jadi ya aku yang jadi korbannya.  Sebenarnya tadi pingin nasehatin tuh bocah, tapi tadi akunya masih blank, kaget kejadiaannya cepet banget jadi ya udah, biarin aja.Untungnya tuh bocah juga nggak luka, semoga tuh bocah belajar supaya lebih hati-hati lagi.

Rekan Unik

Pertama, saya digertak dan akhirnya dilaporkan pada pimpinan oleh rekan saya, padahal apa yang saya lakukan sudah sesuai prosedur, menyalahi artinya resiko yang cukup besar. Kedua, saya dicueki bahkan ketika melihat saya langsung paling muka. Marah level dewa tuh kayaknya. Masalahnya hampir serupa sama yang pertama. Kira-kira yang ke tiga apa ya? Saya penasaran, jangan-jangan nanti saya akan dapat gelas atau piring cantik? Who knows! :D Unik banget nih temen, rasanya pingin ngajakin ke museum deh, dia kan unik (eh, lupa, di kotabaru kan nggak ada museum) :D #Mentertawakan_hidup #why_so_serious?

Persimpangan jalan

Aku ada di persimpangan jalan. Kepalaku pening harus memilih jalan yang mana. Tidak bisa ku lalui jalan itu sekaligus saat keduanya berlainan arah, jika ku paksakan mungkin tak akan baik untuk keduanya, ah lagian fokusku tak sebaik itu. Mungkin yang lain bisa karena yang mereka jalani searah. Ada yang harus ku lepaskan untuk berjalan kearah yang lain. Di sana ada cahaya yang masih berupa kerlip bagiku, berharap cahaya itu semakin terang. Kupikir di sini terlalu gelap (atau ini hanya pemikiranku?). Terlalu bodohkah aku jika meninggalkan jalan ini? Ini seperti zona aman bagiku, aku tak tau situsi jalan di sana itu, bagaimana nantinya? Pun jika kupeluk keduanya rasanya aku terlalu egois. Terdengar selentigan bahwa di sana blablabla, ah kenapa tak terdengar bagus? Ekspektasiku blablabla. Apa yang salah? Apa harapanku terlalu tinggi? Tidak lagi, kepalaku jadi tambah pening, Allah kirimkan sebuah tanda untukku, aku takut tersesat dan jatuh.

sertifikasi ustadz

Wow, ada yang meminta adanya sertifikasi ustadz. Walau cerita lama, tapi tetap saja masih takjub. Bayangkan kalo a d a ustadz yang mau ceramah diminta untuk melengkapi berkas dulu, tidak penting apakah isi ceramahnya mampu membuat umat lebih baik, namun jika anda tidak punya serti fi kasi tersebut, maka anda bukan ustadz. Hahaha,,,,funny.