Pertama, saya digertak dan akhirnya dilaporkan pada pimpinan oleh rekan saya, padahal apa yang saya lakukan sudah sesuai prosedur, menyalahi artinya resiko yang cukup besar.
Kedua, saya dicueki bahkan ketika melihat saya langsung paling muka. Marah level dewa tuh kayaknya. Masalahnya hampir serupa sama yang pertama.
Kira-kira yang ke tiga apa ya? Saya penasaran, jangan-jangan nanti saya akan dapat gelas atau piring cantik? Who knows! :D
Unik banget nih temen, rasanya pingin ngajakin ke museum deh, dia kan unik (eh, lupa, di kotabaru kan nggak ada museum) :D
#Mentertawakan_hidup #why_so_serious?
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar