Kena musibah, tadi siang pas mau kerja motorku ditabrak sama anak sekolah, mungkin SMP atau SMA. Walau sempat terlempar dari motor alhamdulillah gak apa-apa, tapi paha rada sakit plus perih mungkin gara-gara kebentur aspal jalan. Bersyukur jatuhnya pelan, setidaknya gak ada yang patah dan berdarah-darah, semoga aja gak sampe kejadian kayak gitu. Padahal tadi pas mau belok sudah pakai lampu sein dan pelan tapi emang udah musibah ya kejadian. Tapi gak sepenuhnya pasrah juga sih, tuh bocah terlalu muda untuk membawa motor, juga memacu motornya terlalu kencang, jadi ya aku yang jadi korbannya. Sebenarnya tadi pingin nasehatin tuh bocah, tapi tadi akunya masih blank, kaget kejadiaannya cepet banget jadi ya udah, biarin aja.Untungnya tuh bocah juga nggak luka, semoga tuh bocah belajar supaya lebih hati-hati lagi.
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar