Langsung ke konten utama

DAFTAR ALUMNI ANGKATAN KEKEMPAT SMAN 1 PLT



Kemarin aku bongkar-bongkar arsipku, dan aku menemukan album kenang-kenangan alumni angkatanku saat bersekolah di SMAN 1 PLT. Sepertinya bagus juga kalo diposting, so cek this out.

  1. Arbanianto
  2. Ariyadi Noorsholihin
  3. Bahriah
  4. Fahriani
  5. Hadrian Noor
  6. Hairatul Misrawati
  7. Halimah
  8. Hatnawati
  9. Jumransyah
  10. M. Ali Nafiah Noor
  11. Mariatul Kiptiah
  12. Marlinda Sayekti
  13. Muhammad Yusuf
  14. Salabiah
  15. Misrah
  16. Misri
  17. Siti Jumiati
  18. Siti Ramlah
  19. Siti Rukiyah
  20. Sri Herlini
  21. Syahrani
  22. Wahyudi Aryanto
  23. Wahyunah
  24. Yuni Maulida

Ada yang lucu saat aku membaca kesan-kesan yang disampaikan teman-temanku dalam album tersebut, yaitu hampir semua teman laki-lakiku menulis tiada hari tanpa razia rambut (bekutal), ha..ha... kayaknya senang banget tuh mereka udah lulus saat itu, yang artinya tidak ada lagi razia rambut. Salah satunya ini:

 “DIKUTAL PA UPIK DAN PA BUSRI SETIAP KALI ADA RAZIA KENA TARUS. KARENA RAMBUTKU SUBUR BANAR ALIAS LAKAS PANJANG/GONDRONG SEHINGGA MAULAH PAGURUAN GARIGITAN!!!” 

Ha...ha...ada-ada aja M. Ali Nafiah Noor bikin kesan kayak begitu, tapi tuh kutipan kesan yang menurutku paling lucu dan tersenyum saat mengingat mereka sering dirazia oleh guru-guru.

 Sebagian lagi menulis kalau saat SMA dan Berkumpul bersama teman-teman adalah momen yang menyenangkan. Apapun itu, its best moment for me.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Iseng

Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut,  aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas.  Merasa tak nyaman dan...

Dia yang berwibawa

Dia yang berwibawa. Dengan S3 yang disandang nya tak membuat kesombongan tampil di wajahnya, tak ada kepala yang mendongkak. Senyum dan sapa senyum selalu menyertai. A h, dia tak seperti orang orang bertitel hebat lainnya. Kata sayang juga selalu ditambahkannya dalam setiap kalimatnya, tak ada yang tak suka jika dipanggil dengan seakrab itu. Humor selalu dia sematkan baik dalam perbincangan santai maupun dalam forum formal. Logat maduranya kental, suaranya khas, jika orang mendengar suaranya, ah pastilah dia yang berwibawa. "Syuting di alam sebelah" dia pula yang selalu katakan. Aku memang tak mengenalnya dengan baik, hanya sempat diajarnya satu semester, hanya sekedar sapa sepintas lalu pula, semua itu cukup menorehkan rasa sungkanku padanya . Dia sosok yang membuktikan, untuk menjadi orang yang hebat, dihormati, dan berwibawa dapat dimulai dengan senyum keramahan dan tidak sombong. Dan dia yang berwibawa adalah orang yang luar biasa.

Halo Malamku

12.51 WITA hari senin, tanggal 25 November 2019, aku duduk di depan laptopku di tengah malam buta.  "Halo malamku, lama tak berbincang, bagaimana kabarmu? aku? aku baik baik saja. Setidaknya itu yang selalu kucoba. Ngomong-ngomong, ijinkan aku bercerita malam ini. Tentang aku. Tentang hidup yang membawaku jauh dari rumah. Hidup yang membawaku ke tempat ini sekarang dan menemukan diriku yang lain. Diriku yang selalu mencoba untuk kuat menghadapi apapun tantangan di depanku, karena sungguh aku tak punya apapun selain menghadapinya.  Aku yang sekarang adalah aku yang berusaha untuk selalu tangguh, takkan kusalahkan diriku dan siapapun. Ini keputusan dan sudah Allah gariskan untukku. Aku masih sering menangis di pojokan kamar ketika lelahku, ketika mumetnya kepalaku dengan segala permasalahan, mencoba menganalisa, 'aku sedang apa sih?' oh iya, aku sedang meniti masa depanku, aku juga sedang berjudi. Pengalaman  pekerjaan di waktu sebelumnya kadang tak membuat enak hati. ...