Langsung ke konten utama

mie goreng

Aku penggemar berat mie goreng, bukan mie goreng instan, tapi suka juga sih. Mie goreng di sini yaitu mie yang bumbunya dibuat sendiri. Mie kuning yang sudah direbus di tumis dengan campuran bawang merah, bawang putih, potongan daun bawang, garam, gula putih, penyedap rasa dan saos tomat. Rasanya luar biasa, makanya aku bela belain bikin sendiri. Padahal banyak yang jual mie yang sudah jadi, tapi berhubung kalo beli gak cukup, so solusinya bikin sendiri. Selain lebih murah juga bisa makan sepuasnya. But, bagi yang mau beli mie goreng kuning, aku punya warung langganan, yaitu:
1. Warung gorengan depan mesjid jami, di situ selain jualan gorengan, mie kuning, juga ada mihun, mie kecap dan bubur,
2. Warung di jalan kuin,
3. warung di gang sasak
ke tiga tempat tadi merupakan warung mie favoritku. So, kamu punya tempat yang mie kuningnya enak? share di sini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Iseng

Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut,  aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas.  Merasa tak nyaman dan...

Catatan Akhir Tahun 2016

Tidak terasa hari ini hari terakhir di tahun 2016 dan besok sudah tahun 2017. Banyak yang terjadi sepanjang tahun 2016, resolusi yang ku buat di tahun sebelumnya banyak yang belum terealisasi di tahun ini, semoga bisa kesampaian tahun depan. Aku tumbuh dan berubah menjadi semakin dewasa, banyak pelajaran dan kejadian yang membentukku menjadi seperti sekarang, tapi aku harus terus berbenah dan memperbaiki diri, aku tahu tidak mungkin dalam hitungan hari aku bisa berubah lebih baik, namun pelan-pelan aku sudah berjalan kearah sana. Semoga Allah selalu meridhoi usahaku, amin. Selain harapan yang ku tulis di atas, ada beberapa harapan lain yang ingin kutuliskan bisa tercapai di tahun ini, sebagai pengingat dan pemacuku untuk tidak lalai dan fokus. Aku berharap karirku bisa lebih baik dari segi pendapatan maupun jenjang karir. Aku juga berharap bisa segera diberikan Allah jodoh yang baik, sholeh dan bisa membimbingku di tahun depan, amin ya rabbal alamin☺. Aku juga harus beru...

Halo Malamku

12.51 WITA hari senin, tanggal 25 November 2019, aku duduk di depan laptopku di tengah malam buta.  "Halo malamku, lama tak berbincang, bagaimana kabarmu? aku? aku baik baik saja. Setidaknya itu yang selalu kucoba. Ngomong-ngomong, ijinkan aku bercerita malam ini. Tentang aku. Tentang hidup yang membawaku jauh dari rumah. Hidup yang membawaku ke tempat ini sekarang dan menemukan diriku yang lain. Diriku yang selalu mencoba untuk kuat menghadapi apapun tantangan di depanku, karena sungguh aku tak punya apapun selain menghadapinya.  Aku yang sekarang adalah aku yang berusaha untuk selalu tangguh, takkan kusalahkan diriku dan siapapun. Ini keputusan dan sudah Allah gariskan untukku. Aku masih sering menangis di pojokan kamar ketika lelahku, ketika mumetnya kepalaku dengan segala permasalahan, mencoba menganalisa, 'aku sedang apa sih?' oh iya, aku sedang meniti masa depanku, aku juga sedang berjudi. Pengalaman  pekerjaan di waktu sebelumnya kadang tak membuat enak hati. ...