Aku penggemar berat mie goreng, bukan mie goreng instan, tapi suka juga sih. Mie goreng di sini yaitu mie yang bumbunya dibuat sendiri. Mie kuning yang sudah direbus di tumis dengan campuran bawang merah, bawang putih, potongan daun bawang, garam, gula putih, penyedap rasa dan saos tomat. Rasanya luar biasa, makanya aku bela belain bikin sendiri. Padahal banyak yang jual mie yang sudah jadi, tapi berhubung kalo beli gak cukup, so solusinya bikin sendiri. Selain lebih murah juga bisa makan sepuasnya. But, bagi yang mau beli mie goreng kuning, aku punya warung langganan, yaitu:
1. Warung gorengan depan mesjid jami, di situ selain jualan gorengan, mie kuning, juga ada mihun, mie kecap dan bubur,
2. Warung di jalan kuin,
3. warung di gang sasak
ke tiga tempat tadi merupakan warung mie favoritku. So, kamu punya tempat yang mie kuningnya enak? share di sini.
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar