Langsung ke konten utama

Beli baju

Seseorang ingin membeli baju di pasar, lalu singgah di sebuah toko. Si penjual menawarkan sepuluh baju dengan bermacam macam warna, merek, harga dan aneka bentuk. Uang di saku orang tersebut hanya cukup untuk membeli satu potong baju. Dia memilih dan mencoba satu persatu yang kira kira pas. Sebenarnya dia suka semua baju tersebut, namun karena uangnya tidak banyak maka dia harus jeli dalam memilih. Setelah menemukan yang pas dan membuat pakaian yang dicobanya tadi berantakan di toko sang penjual, maka dia pun membeli salah satu baju tersebut dan membawanya pulang. Sayangnya dia lupa satu hal, manusia bukan merek baju.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kita tidak sama

Apa yang kita lakukan, pasti ada saja yang tidak suka dengan kita. Padahal menurut kita, kita melakukan hal yang baik. Itu karena isi kepala setiap orang berbeda beda, ada yang berpendapat A, ada yang B , dan seterusnya. Kritikan selalu datang, kadang membangun, kadang menjatuhkan. Ikuti yang kritik yang membangun, buang kritik yang hanya berusaha menjatuhkan kita. Keep calm down. Toh, Allah menciptakan dunia yang begitu luas dan pasti ada banyak orang untuk kita di luar sana. Yang mampu menerima kita apa adanya.

DAFTAR ALUMNI ANGKATAN KEKEMPAT SMAN 1 PLT

Kemarin aku bongkar-bongkar arsipku, dan aku menemukan album kenang-kenangan alumni angkatanku saat bersekolah di SMAN 1 PLT. Sepertinya bagus juga kalo diposting, so cek this out. Arbanianto Ariyadi Noorsholihin Bahriah Fahriani Hadrian Noor Hairatul Misrawati Halimah Hatnawati Jumransyah M. Ali Nafiah Noor Mariatul Kiptiah Marlinda Sayekti Muhammad Yusuf Salabiah Misrah Misri Siti Jumiati Siti Ramlah Siti Rukiyah Sri Herlini Syahrani Wahyudi Aryanto Wahyunah Yuni Maulida Ada yang lucu saat aku membaca kesan-kesan yang disampaikan teman-temanku dalam album tersebut, yaitu hampir semua teman laki-lakiku menulis tiada hari tanpa razia rambut (bekutal), ha..ha... kayaknya senang banget tuh mereka udah lulus saat itu, yang artinya tidak ada lagi razia rambut. Salah satunya ini:   “DIKUTAL PA UPIK DAN PA BUSRI SETIAP KALI ADA RAZIA KENA TARUS. KARENA RAMBUTKU SUBUR BANAR ALIAS LAKAS PANJANG/GONDRONG SEHINGGA MAULAH PAGURUAN GARIGITAN!!!”  ...

Teruslah

Hidup selalu menawarkan cerita yang menarik setiap harinya untuk ditulis. kata Budiman Hakim, seorang copywriter dalam bukunya sex after dugem , Yang diperlukan hanyalah membuka semua panca indra untuk jeli dalam mengamati hal hal yang ada di sekitar kita. Tidak perlu suatu peristiwa yang besar, karena bukan itu yang membuat sebuah tulisan berarti, tapi bagaimana kita mengemas tulisan itu menjadi jembatan inspirasi kita untuk semangat menulis dan terus belajar membuat tulisan yang berkualitas. B uka semua panca indra, Teruslah mengamati, teruslah menganalisis, teruslah menjadi orang yang kritis, dan teruslah menulis.