Seseorang ingin membeli baju di pasar, lalu singgah di sebuah toko. Si penjual menawarkan sepuluh baju dengan bermacam macam warna, merek, harga dan aneka bentuk. Uang di saku orang tersebut hanya cukup untuk membeli satu potong baju. Dia memilih dan mencoba satu persatu yang kira kira pas. Sebenarnya dia suka semua baju tersebut, namun karena uangnya tidak banyak maka dia harus jeli dalam memilih. Setelah menemukan yang pas dan membuat pakaian yang dicobanya tadi berantakan di toko sang penjual, maka dia pun membeli salah satu baju tersebut dan membawanya pulang. Sayangnya dia lupa satu hal, manusia bukan merek baju.
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar