Langsung ke konten utama

Postingan

Perubahan

Perubahan, yang tampaknya sulit untuk kau hindari bagaimanapun kau menyangkalnya. Atasan baru, lingkungan baru, orang-orang baru disekelilingmu, adaptasi. Ini pasti dan akan terjadi. Ada apa? Gugup? Takut? Bukan kah ini hal yang wajar, dunia berubah, tidak ada yang sama, pergi yang satu datang yang lain, hukum alam berkata tidak ada yang tak tergantikan. Ini tak aneh, punya perasaan dan pikiran itu juga tak salah, semua orang mengalaminya. Yang salah dan buruk adalah jika kau lari dan sembunyi dari perubahan itu. Ah, kupikir kau sudah ahli dalam perubahan, ternyata kau masih saja merasakan hal itu ya? Tapi mungkin kadarnya saja yang tampaknya sekarang berbeda. Ini pasti dan akan terjadi Jangan disangkal Jangan lari dan jangan sembunyi Kau akan terbiasa Sedikit demi sedikit Jangan kamaruk ingin menghabiskan perubahan itu sekaligus Itu tak baik, nikmati saja perlahan-lahan Nikmati perasaan itu Perasaan takut, gugup, bingung, lelah Ah, semua perasaan itu akan ka...

Senang mengobrol denganmu

Sebenarnya aku tak begitu suka ketika kau membicarakannya, tapi rasa penasaranku ternyata menang kali ini. Aku memilih untuk memintamu menceritakannya dan mendengarkannya. Dengan bersemangat kau bercerita, cukup detail, bahkan untuk hal-hal yang kurasa tak perlu kutahu. Aku menanggapi hal yang perlu, tertawa ketika kau melucu atau mengangguk membenarkan, meski ada keraguan dalam hatiku. Oklah aku tak mengenalnya, tapi melihatmu menjelekkan namanya, ah bukan menjelekkan, membeberkn suatu entah fakta atau bukan membuatku benar-benar tak nyaman. Sekarang aku tahu info lain, sebenernya ini tak merubah apapun, toh ini bukan soal aku, tapi soal dia. Kau tahu, seperti aku bilang tadi, aku hanya penasaran, setelah aku tahu, aku tak akan melakukan apapun. Aku tahu koridor mana yang boleh aku lewati, aku banyak berharap apa yang baru saja kau ceritakan itu tak benar, kalaupun benar, maka biarlah menjadi catatan di masa lalu, toh orang bisa berubah, kuharap. Bagiku ada bahagia dan masa depa...

Happy Wedding Aya dan Sansan

Sahabatku Aya baru saja melangsungkan pernikahan dengan Sansan pada kemarin hari senin tanggal 21 Desember 2015. Bareng Mahli, Asep dan Roni, kami menghadiri acara selametan pernikahannya, tidak banyak yang diundang karena hanya selametan untuk keluarga dan teman dekat, sedangkan untuk resepsinya sendiri tanggal 28 Desember 2015, satu minggu setelah akad nikah. Selamat ya say atas pernikahannya, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, langgeng sampai tua, cepat diberi momongan, dan doa terbaik untukmu selalu. Tadi Mahli pake acara mewek lagi, aku jadi ikut-ikutan mau nangis juga, tapi condong ke haru karena ya kurang lebih 6 tahun sahabatan, kuliah bareng, pernah ngerjain tugas sama-sama, melakukan hal yang konyol, untuk hal ini bagian konyolnya aku, dan anggunnya sih punyanya dia J . Eh, sekarang dia udah nikah aja, haru bahagia melihatnya tersenyum sumringah di hari pernikahannya. Kalau mahli malah lebih lama lagi sahabatannya, sejak SMP gitu,  Kalo aku ke...

Selamat Hari Sabtu

Aku menikmati sabtu siang ini. Pulang mengajar dan cabut ke perpus. Berjalan di antara rak-rak buku yang menjulang, mencium aroma buku dan merasakan dinginnya AC menyapu kulitku. Aku juga menikmati mencari buku, berharap mendapatkan buku yang menarik. Kadang itu seperti kejutan dan hatiku bersorak kegirangan ketika buku yang kucari-cari akhirnya kutemukan atau menemukan buku dari pengarang kesukaanku, kadang juga buku bagus dari pengarang yang belum kukenal. Ah, rasanya enggan pulang ke rumah, di sini terlalu nyaman dan tenang.  Beberapa pekerjaan rumah menuntut untuk diselesaikan, dan itu agak melelahkan. Kalau boleh aku ingin berlama-lama lagi di sini, tapi pikiran tentang pekerjaan yang harus diselesaikan kadang menggelayuti pikiran. Rasanya ini jadi rutinitas wajibku setiap minggunya. Melewatkan hal ini jadi semacam kerugian tersendiri. Meski aktivitas ini selalu kulakukan sendirian, ‘me time versiku’ kubilang, omong-omong setiap harinya juga me time buatku :D. Oh ya, s...

Selamat Hari Abah

Abah, kemarin hari ayah Hari di mana ditetapkan sebagai hari untuk menghargaimu Mungkin sama dengan hari ibu Aku awam Bah dengan hari tersebut Dalam keluarga kita Jangankan merayakan hari ayah, ulang tahunpun tidak Bah, kita sepasang ayah anak yang jarang bicara Mungkin aku terlalu sombong dan sok sibuk dengan pekerjaan yang tak sebegitu banyak Aku juga tak begitu ingat topik  yang terakhir yang kita bicarakan Ah, kita berbicara di telepon tentang apa yang dimasak mama malam itu Bah, apakah aku sudah menjadi anak yang berbakti padamu? Sepertinya belum Lagi-lagi aku sok sibuk untuk hal-hal tidak terlalu penting itu Maaf Bah, aku ingin bilang aku meyayangimu Tapi aku malu Aku dan kau tak terbiasa bukan dengan ungkapan seperti ini? Tapi Bah, apa kita perlu kata-kata tersebut ‘I love you dad’, ‘aku cinta kamu ayah’, dan kata ungkapan lain Sekali lagi, aku terlalu malu Bah Aku juga tak perlu kata-kata tersebut keluar dari mulutmu Tanpa ...

Menapaki Gunung Mamake

         Beberapa waktu yang lalu aku pergi ke Gunung Mamake, salah satu tempat wisata perbukitan di kotaku, Kotabaru. Tak lupa juga mengambil beberapa photo, berikut photo-photo tersebut.  Bagaimana? Cantik bukan pemandangannya? Tertarik juga untuk ke sana? Yuk rencanakan perjalananmu ke sana. 

Hujan di Bulan Oktober

             28 Oktober 2015, 06.30 WITA. Alhamdulillah Kotabaru hujan, meski gerimis dan hanya sebentar. Senang rasanya melihat titik air jatuh dari langit dan suara ketuk air yang jatuh di atap menimbulkan bunyi yang merdu. Titik-titik air juga terlihat cantik di kaca jendela. Sejenak, udara menjadi segar,dan bau rumput basah menguar indera penciuman. Semoga bisa segera hujan lebat agar debit air di waduk Gunung Ulin segera bertambah sehingga masyarakat Kotabaru tak kesulitan air lagi, amin... Terima kasih Allah untuk hujan yang kau berikan hari ini.