Langsung ke konten utama

Happy Wedding Aya dan Sansan

Sahabatku Aya baru saja melangsungkan pernikahan dengan Sansan pada kemarin hari senin tanggal 21 Desember 2015. Bareng Mahli, Asep dan Roni, kami menghadiri acara selametan pernikahannya, tidak banyak yang diundang karena hanya selametan untuk keluarga dan teman dekat, sedangkan untuk resepsinya sendiri tanggal 28 Desember 2015, satu minggu setelah akad nikah. Selamat ya say atas pernikahannya, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, langgeng sampai tua, cepat diberi momongan, dan doa terbaik untukmu selalu.
Tadi Mahli pake acara mewek lagi, aku jadi ikut-ikutan mau nangis juga, tapi condong ke haru karena ya kurang lebih 6 tahun sahabatan, kuliah bareng, pernah ngerjain tugas sama-sama, melakukan hal yang konyol, untuk hal ini bagian konyolnya aku, dan anggunnya sih punyanya dia J. Eh, sekarang dia udah nikah aja, haru bahagia melihatnya tersenyum sumringah di hari pernikahannya. Kalau mahli malah lebih lama lagi sahabatannya, sejak SMP gitu,  Kalo aku kenalnya baru pas kuliah. Yah, tapi makin susah deh ngajakin Aya buat ngumpul-ngumpul lagi, sudah ada bodyguardnya gitu J, but its ok.
Setelah Helmi, Isti sekarang Aya, gak kerasa udah 3 orang dari total 8 orang geng kami yang sudah berkeluarga. So, siapa selanjutnya? sudah ada selentingan sih kalo bakalan tuh temen satu yang bakalan nyusul, tapi entar marah lagi kalo diumbar-umbar di sini, eh tapi bukannya berita dan rencana baik memang harus disebarkan ya? J.

Ah, jadi galau dan iri lagi deh kalo ngebahas soal ini, keduluan terus J, tapi gak lagi lomba juga sih J. Ya yang pastinya, sekali lagi selamat buat Aya dan Sansan, happy wedding…. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Iseng

Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut,  aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas.  Merasa tak nyaman dan...

Halo Malamku

12.51 WITA hari senin, tanggal 25 November 2019, aku duduk di depan laptopku di tengah malam buta.  "Halo malamku, lama tak berbincang, bagaimana kabarmu? aku? aku baik baik saja. Setidaknya itu yang selalu kucoba. Ngomong-ngomong, ijinkan aku bercerita malam ini. Tentang aku. Tentang hidup yang membawaku jauh dari rumah. Hidup yang membawaku ke tempat ini sekarang dan menemukan diriku yang lain. Diriku yang selalu mencoba untuk kuat menghadapi apapun tantangan di depanku, karena sungguh aku tak punya apapun selain menghadapinya.  Aku yang sekarang adalah aku yang berusaha untuk selalu tangguh, takkan kusalahkan diriku dan siapapun. Ini keputusan dan sudah Allah gariskan untukku. Aku masih sering menangis di pojokan kamar ketika lelahku, ketika mumetnya kepalaku dengan segala permasalahan, mencoba menganalisa, 'aku sedang apa sih?' oh iya, aku sedang meniti masa depanku, aku juga sedang berjudi. Pengalaman  pekerjaan di waktu sebelumnya kadang tak membuat enak hati. ...

Dia yang berwibawa

Dia yang berwibawa. Dengan S3 yang disandang nya tak membuat kesombongan tampil di wajahnya, tak ada kepala yang mendongkak. Senyum dan sapa senyum selalu menyertai. A h, dia tak seperti orang orang bertitel hebat lainnya. Kata sayang juga selalu ditambahkannya dalam setiap kalimatnya, tak ada yang tak suka jika dipanggil dengan seakrab itu. Humor selalu dia sematkan baik dalam perbincangan santai maupun dalam forum formal. Logat maduranya kental, suaranya khas, jika orang mendengar suaranya, ah pastilah dia yang berwibawa. "Syuting di alam sebelah" dia pula yang selalu katakan. Aku memang tak mengenalnya dengan baik, hanya sempat diajarnya satu semester, hanya sekedar sapa sepintas lalu pula, semua itu cukup menorehkan rasa sungkanku padanya . Dia sosok yang membuktikan, untuk menjadi orang yang hebat, dihormati, dan berwibawa dapat dimulai dengan senyum keramahan dan tidak sombong. Dan dia yang berwibawa adalah orang yang luar biasa.