Langsung ke konten utama

Senang mengobrol denganmu

Sebenarnya aku tak begitu suka ketika kau membicarakannya, tapi rasa penasaranku ternyata menang kali ini. Aku memilih untuk memintamu menceritakannya dan mendengarkannya. Dengan bersemangat kau bercerita, cukup detail, bahkan untuk hal-hal yang kurasa tak perlu kutahu. Aku menanggapi hal yang perlu, tertawa ketika kau melucu atau mengangguk membenarkan, meski ada keraguan dalam hatiku. Oklah aku tak mengenalnya, tapi melihatmu menjelekkan namanya, ah bukan menjelekkan, membeberkn suatu entah fakta atau bukan membuatku benar-benar tak nyaman. Sekarang aku tahu info lain, sebenernya ini tak merubah apapun, toh ini bukan soal aku, tapi soal dia.
Kau tahu, seperti aku bilang tadi, aku hanya penasaran, setelah aku tahu, aku tak akan melakukan apapun. Aku tahu koridor mana yang boleh aku lewati, aku banyak berharap apa yang baru saja kau ceritakan itu tak benar, kalaupun benar, maka biarlah menjadi catatan di masa lalu, toh orang bisa berubah, kuharap. Bagiku ada bahagia dan masa depan yang lebih penting dibandingkan membicarakan masa lalu, bagaimana dia dulu, biarlah, kita cukupkan cerita kita hari ini. Senang mengobrol denganmu…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dusta

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Catatan Dosen Muda Amatir

Tak terasa sudah satu semester lebih aku menjadi dosen di kampusku STKIP Paris Barantai Kotabaru. Sebagai pengajar muda plus amatir, banyak hal yang kupelajari, seperti cara mengajar dan membuat perangkat perkuliahan. Bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya sebagai orang yang baru dalam dunia pendidikan, aku harus belajar hal-hal yang belum aku ketahui meski aku kuliah di jurusan Pendidikan. Gampangnya, semakin sering aku berlatih maka hal-hal baru tersebut semakin aku akrabi dan terbiasa. Membuat bahan ajar juga bisa dibilang cukup sulit, tak jarang aku harus begadang untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Selain itu dengan umur yang tak berbeda jauh dengan mahasiswa yang kuajar, tak sedikit tatapan-tatapan yang meragukan kemampuanku J , risih sebenarnya di awal, namun dengan berjalannya waktu, aku lebih memilih untuk fokus memperbaiki cara mengajarku dan belajar  lagi dari orang-orang yang lebih tahu dan juga berdiskusi dengan teman-teman, sharing tetang hal-hal yan...