Langsung ke konten utama

Selamat Hari Sabtu

Aku menikmati sabtu siang ini. Pulang mengajar dan cabut ke perpus. Berjalan di antara rak-rak buku yang menjulang, mencium aroma buku dan merasakan dinginnya AC menyapu kulitku. Aku juga menikmati mencari buku, berharap mendapatkan buku yang menarik. Kadang itu seperti kejutan dan hatiku bersorak kegirangan ketika buku yang kucari-cari akhirnya kutemukan atau menemukan buku dari pengarang kesukaanku, kadang juga buku bagus dari pengarang yang belum kukenal.
Ah, rasanya enggan pulang ke rumah, di sini terlalu nyaman dan tenang.  Beberapa pekerjaan rumah menuntut untuk diselesaikan, dan itu agak melelahkan. Kalau boleh aku ingin berlama-lama lagi di sini, tapi pikiran tentang pekerjaan yang harus diselesaikan kadang menggelayuti pikiran.
Rasanya ini jadi rutinitas wajibku setiap minggunya. Melewatkan hal ini jadi semacam kerugian tersendiri. Meski aktivitas ini selalu kulakukan sendirian, ‘me time versiku’ kubilang, omong-omong setiap harinya juga me time buatku :D.

Oh ya, selamat hari sabtu, hari weekend yang banyak ditunggu orang-orang, aku juga tentunya. Mari melakukan hal yang menarik pekan ini, dan aku mengawalinya dengan pergi ke kampus untuk mengajar dan ke perpus. Selamat hari sabtu J

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dusta

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Catatan Dosen Muda Amatir

Tak terasa sudah satu semester lebih aku menjadi dosen di kampusku STKIP Paris Barantai Kotabaru. Sebagai pengajar muda plus amatir, banyak hal yang kupelajari, seperti cara mengajar dan membuat perangkat perkuliahan. Bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya sebagai orang yang baru dalam dunia pendidikan, aku harus belajar hal-hal yang belum aku ketahui meski aku kuliah di jurusan Pendidikan. Gampangnya, semakin sering aku berlatih maka hal-hal baru tersebut semakin aku akrabi dan terbiasa. Membuat bahan ajar juga bisa dibilang cukup sulit, tak jarang aku harus begadang untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Selain itu dengan umur yang tak berbeda jauh dengan mahasiswa yang kuajar, tak sedikit tatapan-tatapan yang meragukan kemampuanku J , risih sebenarnya di awal, namun dengan berjalannya waktu, aku lebih memilih untuk fokus memperbaiki cara mengajarku dan belajar  lagi dari orang-orang yang lebih tahu dan juga berdiskusi dengan teman-teman, sharing tetang hal-hal yan...