Langsung ke konten utama

Catatan Dosen Muda Amatir

Tak terasa sudah satu semester lebih aku menjadi dosen di kampusku STKIP Paris Barantai Kotabaru. Sebagai pengajar muda plus amatir, banyak hal yang kupelajari, seperti cara mengajar dan membuat perangkat perkuliahan. Bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya sebagai orang yang baru dalam dunia pendidikan, aku harus belajar hal-hal yang belum aku ketahui meski aku kuliah di jurusan Pendidikan. Gampangnya, semakin sering aku berlatih maka hal-hal baru tersebut semakin aku akrabi dan terbiasa. Membuat bahan ajar juga bisa dibilang cukup sulit, tak jarang aku harus begadang untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Selain itu dengan umur yang tak berbeda jauh dengan mahasiswa yang kuajar, tak sedikit tatapan-tatapan yang meragukan kemampuanku J, risih sebenarnya di awal, namun dengan berjalannya waktu, aku lebih memilih untuk fokus memperbaiki cara mengajarku dan belajar  lagi dari orang-orang yang lebih tahu dan juga berdiskusi dengan teman-teman, sharing tetang hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas belajar mengajar.
Di balik sulitnya membuat materi untuk bahan ajar, mengajar adalah hal yang menyenangkan. Bisa berbagi pengetahuan dengan mahasiswa dan sharing tentang hal-hal yang kadang di luar mata kuliah. Mereka mahasiswa-mahasiswa yang asyik, meski dengan karakter-karakter yang berbeda, tapi justru dengan karakter yang berbeda itulah membuatku harus memutar kepala bagaimana agar cara mengajarku bisa diterima oleh mereka. Aku juga berusaha memposisikan diriku tidak hanya sebagai pengajar namun juga teman, aku ingin mereka enjoy dengan mata kuliah yang kuajarkan, entah apakah berhasil atau tidak :D.

Sebenarnya banyak hal-hal yang menarik seputar pengalamanku menjadi dosen muda, tidak hanya dengan mahasiswa namun juga interaksiku dengan dosen-dosen lain dan orang-orang dari lembaga tempatku mengajar. Next time aku aku akan tulis lagi, insya Allah, bye…
Gambar dan isi tulisan kurang sesuai ya? Ah, sudahlah :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Iseng

Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut,  aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas.  Merasa tak nyaman dan...

Halo Malamku

12.51 WITA hari senin, tanggal 25 November 2019, aku duduk di depan laptopku di tengah malam buta.  "Halo malamku, lama tak berbincang, bagaimana kabarmu? aku? aku baik baik saja. Setidaknya itu yang selalu kucoba. Ngomong-ngomong, ijinkan aku bercerita malam ini. Tentang aku. Tentang hidup yang membawaku jauh dari rumah. Hidup yang membawaku ke tempat ini sekarang dan menemukan diriku yang lain. Diriku yang selalu mencoba untuk kuat menghadapi apapun tantangan di depanku, karena sungguh aku tak punya apapun selain menghadapinya.  Aku yang sekarang adalah aku yang berusaha untuk selalu tangguh, takkan kusalahkan diriku dan siapapun. Ini keputusan dan sudah Allah gariskan untukku. Aku masih sering menangis di pojokan kamar ketika lelahku, ketika mumetnya kepalaku dengan segala permasalahan, mencoba menganalisa, 'aku sedang apa sih?' oh iya, aku sedang meniti masa depanku, aku juga sedang berjudi. Pengalaman  pekerjaan di waktu sebelumnya kadang tak membuat enak hati. ...

Dia yang berwibawa

Dia yang berwibawa. Dengan S3 yang disandang nya tak membuat kesombongan tampil di wajahnya, tak ada kepala yang mendongkak. Senyum dan sapa senyum selalu menyertai. A h, dia tak seperti orang orang bertitel hebat lainnya. Kata sayang juga selalu ditambahkannya dalam setiap kalimatnya, tak ada yang tak suka jika dipanggil dengan seakrab itu. Humor selalu dia sematkan baik dalam perbincangan santai maupun dalam forum formal. Logat maduranya kental, suaranya khas, jika orang mendengar suaranya, ah pastilah dia yang berwibawa. "Syuting di alam sebelah" dia pula yang selalu katakan. Aku memang tak mengenalnya dengan baik, hanya sempat diajarnya satu semester, hanya sekedar sapa sepintas lalu pula, semua itu cukup menorehkan rasa sungkanku padanya . Dia sosok yang membuktikan, untuk menjadi orang yang hebat, dihormati, dan berwibawa dapat dimulai dengan senyum keramahan dan tidak sombong. Dan dia yang berwibawa adalah orang yang luar biasa.