Langsung ke konten utama

Kopi Favorit

Akhir-akhir ini aku jadi cukup sering minum kopi, bukan kopi hitam sih hanya kopi sachet, campuran kopi, gula dan susu. Tadinya aku tidak terlalu suka, bikin pusing dan perutku jadi perih, tapi lama-lama kok enak ya? :D, apalagi saat aku di kantor pas sore dan badan lagi cape. Mungkin efek kafeinnya kali ya. Anehnya kadang inspirasi menulisku juga rada lancar kalo minum kopi, entah sugesti kali :D. katanya kopi bisa mengatasi ngantuk, gak ngaruh tuh ke aku, ngantuk sih ngantuk aja J. Aku gak minum tiap hari juga sih, pas lagi pengen aja. Kopi kesukaanku goodday chococinno, kopi dengan tambahan krimmer dan coklat bubuk. Bisa dibilang rasanya dominan coklat, rasa kopinya cuma dikit, tapi justru itu yang membuatku suka karena kopi hitam terlalu pekat rasanya bagiku.


Sewaktu kecil aku pernah tuh suka minum kopi hitam, kadang kopi plus gula tanpa air, ya dijadikan kayak cemilan, aneh ya? J aku juga sering minum kopi punya abahku, pas beliau nyariin kopi yang baru diminum sedikit tahu-tahu pas balik sudah habis saja. Entah, lupa kapan tepatnya kebiasaanku tersebut hilang, hingga sekarang aku kembali menyukai kopi. Oya, katanya minum kopi dampaknya kurang bagus ya buat tubuh kita dan mengakibatkan kecanduan? Pernah sih mikir gitu, lebih baik minum teh katanya, tapi kalo gak terlalu banyak dan tidak berlebihan sah-sah aja deh kayaknya. Ini ceritaku tentang kopi kesukaanku, apa kopi kesukaanmu?



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kita tidak sama

Apa yang kita lakukan, pasti ada saja yang tidak suka dengan kita. Padahal menurut kita, kita melakukan hal yang baik. Itu karena isi kepala setiap orang berbeda beda, ada yang berpendapat A, ada yang B , dan seterusnya. Kritikan selalu datang, kadang membangun, kadang menjatuhkan. Ikuti yang kritik yang membangun, buang kritik yang hanya berusaha menjatuhkan kita. Keep calm down. Toh, Allah menciptakan dunia yang begitu luas dan pasti ada banyak orang untuk kita di luar sana. Yang mampu menerima kita apa adanya.

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Selama Pandemi

Pandemi? jeda. Setelah 2018, 2019 dan awal tahun tadi memforsir badan. Sempat nangis juga awal tahun tadi karena malam-malam kaki sakit karena kecapean. Awal juni kita kembali ke rutinitas, karena tidak ada surat perpanjangan belajar di rumah bagi sekolah. Tidak berekspektasi macam-macam, mau diperpanjang maupun tidak belajar dirumahnya, seperti punya 2 mata sisi uang atau pisau ya? saya percaya pemerintah punya pertimbangan matang untuk mengatasi masalah ini.      Lalu apa kegiatan selama di rumah? Pembelajaran secara daring, saya lakukan dengan menggunakan google classroom bagi kelas XI. Kenapa tidak menggunakan WA? Sempat saya gunakan ketika USBN, namun saya kewalahan dan membingungkan dengan banyaknya chat siswa, memori handphone juga penuh. Google classroom berhasil untuk sebagian siswa, namun ada saja siswa yang mengeluhkan mengenai sulitnya jaringan, ketiadakan kuota internet, belum paham cara menyerahkan tugas di google classroom, namun enggan bertanya, h...