Langsung ke konten utama

Selamat Hari Abah

Abah, kemarin hari ayah
Hari di mana ditetapkan sebagai hari untuk menghargaimu
Mungkin sama dengan hari ibu
Aku awam Bah dengan hari tersebut
Dalam keluarga kita
Jangankan merayakan hari ayah, ulang tahunpun tidak

Bah, kita sepasang ayah anak yang jarang bicara
Mungkin aku terlalu sombong dan sok sibuk dengan pekerjaan yang tak sebegitu banyak
Aku juga tak begitu ingat topik  yang terakhir yang kita bicarakan
Ah, kita berbicara di telepon tentang apa yang dimasak mama malam itu

Bah, apakah aku sudah menjadi anak yang berbakti padamu?
Sepertinya belum
Lagi-lagi aku sok sibuk untuk hal-hal tidak terlalu penting itu
Maaf

Bah, aku ingin bilang aku meyayangimu
Tapi aku malu
Aku dan kau tak terbiasa bukan dengan ungkapan seperti ini?
Tapi Bah, apa kita perlu kata-kata tersebut
‘I love you dad’, ‘aku cinta kamu ayah’, dan kata ungkapan lain
Sekali lagi, aku terlalu malu Bah
Aku juga tak perlu kata-kata tersebut keluar dari mulutmu
Tanpa kau bilang, aku sudah tahu
Kau menyayangiku lebih dari apapun

Bah, ada beberapa harapan yang kutulis untukmu
Aku berharap kau selalu sehat
Panjang umur
Aku juga ingin kau berhenti merokok
Sudah dari dulu aku ingin bilang
Mungkin aku jahat membiarkanmu
Seharusnya aku melarangmu, tapi…
Ah, sudahlah…

Bah, aku menyangimu
Entah kapan aku akan bilang satu kata ini padamu secara langsung
Tapi Bah
Meski kata ini tak terucap
Dalam hatiku
Aku menyayangimu
Selamat hari ayah Bah
Ah tidak, selamat hari Abah
Dari anakmu yang belum berbakti padamu





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dusta

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Catatan Dosen Muda Amatir

Tak terasa sudah satu semester lebih aku menjadi dosen di kampusku STKIP Paris Barantai Kotabaru. Sebagai pengajar muda plus amatir, banyak hal yang kupelajari, seperti cara mengajar dan membuat perangkat perkuliahan. Bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya sebagai orang yang baru dalam dunia pendidikan, aku harus belajar hal-hal yang belum aku ketahui meski aku kuliah di jurusan Pendidikan. Gampangnya, semakin sering aku berlatih maka hal-hal baru tersebut semakin aku akrabi dan terbiasa. Membuat bahan ajar juga bisa dibilang cukup sulit, tak jarang aku harus begadang untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Selain itu dengan umur yang tak berbeda jauh dengan mahasiswa yang kuajar, tak sedikit tatapan-tatapan yang meragukan kemampuanku J , risih sebenarnya di awal, namun dengan berjalannya waktu, aku lebih memilih untuk fokus memperbaiki cara mengajarku dan belajar  lagi dari orang-orang yang lebih tahu dan juga berdiskusi dengan teman-teman, sharing tetang hal-hal yan...