Langsung ke konten utama

Drama Tes CPNS

    Minggu kemarin baru aja ikut tes CPNS di Banjarbaru, tepatnya tanggal 27 Oktober di kantor BKN. Hasilnya? Passing gradenya memenuhi alhamdulillah, nilai TIUnya ngepas di minimal passing gradenya, kurang satu aja dianggap tidak memenuhi meski nilai TWK dan TKP tinggi, tapi harus dirangking lagi buat tes selanjutnya, semoga ada rezekinya, amin. 
    Sebenarnya rada pesimis sih pas mau tes buat TKD kemarin, secara kementrian yang kuikuti, KEMENDIKBUD, peminatnya banyak bingit, paling banyak malah di antara kementrian yang lain. Ngeliat harus bersaing dengan puluhan ribu orang dari seluruh indonesia, ketar-ketir saya cinn. Tapi yang namanya ada niat dan di mudahkan Allah, akhirnya bisa ikut juga. 
    Aku kemarin dapat jadwal hari jumat tanggal 27 oktober sesi 5, jadi mulainya jam 7 malaman gitu, dan selesai jam setengah 9 malam.  Tes TKD sendiri sudah berjalan dari hari senin kayaknya, tapi kurang tau apakah khusus KEMENDIKBUD atau campur sama kementrian lainnya. 
    Aku ke sana bener-bener sendirian, gak kenal siapapun. Bahkan gak ada juga temen yang barengan tes dari Kotabaru, tapi seru sih. Aku juga belum pernah ke kantor BKN, jadi bermodalkan pesen grab aja, thank u mas driver grab.
    Buat ke kantor BKN sendiri ada dramanya, kan awalnya aku nginep di Bjb trus pindah lagi ke penginapan di perbatasan antara Bjb sama Martapura, hari jumat pagi itu aku sama kakakku sudah siap-siap buat check out dari penginapan sama dua krucil si kembar yang bikin pusing. Buat nyari penginapan yang aku pesan lewat traveloka pake nyasar segala loh, bahkan driver grabnya ampe muter dua kali, tapi alhamdulillah ketemu. 
    Masuk penginapan, kecapean, kakakku ngajak nyari makan siang sama belanja sasirangan di martapura. Haduhhh, padahal akunya sudah kecapean, mana sore juga harus ke BKN, kasian juga kakakku kalo sendirian ke sana, jadilah siang jam 2 an kami ke martapura.Dan pemirsahh, proses belanja gak akan pernah simple kalo sama kakakku, udah hampir jam setengah 5 belum selese-selese, jadilah sepakat kalo aku pulang duluan sementara kakakku melanjutkan acara belanja sama dua krucil.
    Balik ke penginapan pesen grab lagi,  terbantu banget deh, ke mana-mana selama di Bjb pakai grab, lumayan murah pula. Oh ya, driver grab yang jemput aku dari martapura ke penginapan ganteng sama baik bingit, tapi berhubung akunya buru-buru sama gugup takut telat buat tes, makanya pas diajakin ngobrol akunya gak fokus, padahal kan kesempatan besar itu #plakkk, eh itu mukaku kucel abis, gara-gara ngiter tuh pasar martapura, malu saya sama mas driver grab ganteng .
    Sampe penginapan, mandi buru-buru, dandan, eyelinerku bahkan tebal sebelah, au ah pokoknya super kilat siap-siapnya, itu lari-larian dari lantai 3 ke lantai dasar, pegel cinn, trus pesen grab lagi buat ke kantor BKN. Di bawah penginapan kan ada minimarket, karena buru-buru nungguin grabnya dateng, aku bilang ke pegawai minimarket buat ngutang penghapus sama rautan, kalo bayar saat itu, takut makan waktu pula, mana tasku isinya berantakan, untung pegawainya baik banget dan disuruh bawa aja dulu bahkan dipilihan penghapus yang bagus, makasih bapak pegawai minimarket.
Pas grabnya dateng, aku minta buat cepet-cepet, sudah hampir jam 5 cinn, untungnya tepat jam 5 aku nyampe. 
    Di kantor BKN, aku registrasi dan segala tetek bengeknya, trus disuruh nunggu dibangku yang sudah disediakan sama peserta. Sesi 5 diikuti 77 orang termasuk aku. Sambil nunggu, aku ngobrol sama peserta dari mana ya, aku lupa, dia ambil posisi auditor. Akunya enjoy-enjoy aja sih akunya pas sebelum dan tesnya, gugupnya tetap ada sih. 
    Dari panitia sendiri ketat banget soal barang  bawaan peserta ke ruangan tes, ya meminimalisasi tindak kecurangan. Tesnya sendiri seharusnya jam setengah 6, tapi berhubung hampir waktu sholat magrib, jadinya tes diundur ke jam 7. Tes selesai jam setengah 9 malam. Itu baterai phonselku habis sama power banknya juga, kacau, bingung, padahal rencananya mau pesan grab lagi. Untung aja kebetulan ada ojek yang baru nganter penumpang ke sana, alhamdulillah, akunya sudah ketar- ketir, mana sunyi lagi, akunya cewek sendiri gak ada temen, ada sih satpam BKN, tapi kan tetep aja rada parno. 
    Sampe penginapan aku bayar rautan sama penghapus tadi, gak kepake cinn ternyata, karena cuma boleh bawa kartu peserta, ktp sama pensil ke ruangan tes. 
Hemmm, apalagi ya? Itu aja sih. Semoga aku bisa lulus ke tahap tes selanjutnya, aminn. Byeee

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Iseng

Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut,  aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas.  Merasa tak nyaman dan...

Halo Malamku

12.51 WITA hari senin, tanggal 25 November 2019, aku duduk di depan laptopku di tengah malam buta.  "Halo malamku, lama tak berbincang, bagaimana kabarmu? aku? aku baik baik saja. Setidaknya itu yang selalu kucoba. Ngomong-ngomong, ijinkan aku bercerita malam ini. Tentang aku. Tentang hidup yang membawaku jauh dari rumah. Hidup yang membawaku ke tempat ini sekarang dan menemukan diriku yang lain. Diriku yang selalu mencoba untuk kuat menghadapi apapun tantangan di depanku, karena sungguh aku tak punya apapun selain menghadapinya.  Aku yang sekarang adalah aku yang berusaha untuk selalu tangguh, takkan kusalahkan diriku dan siapapun. Ini keputusan dan sudah Allah gariskan untukku. Aku masih sering menangis di pojokan kamar ketika lelahku, ketika mumetnya kepalaku dengan segala permasalahan, mencoba menganalisa, 'aku sedang apa sih?' oh iya, aku sedang meniti masa depanku, aku juga sedang berjudi. Pengalaman  pekerjaan di waktu sebelumnya kadang tak membuat enak hati. ...

Dia yang berwibawa

Dia yang berwibawa. Dengan S3 yang disandang nya tak membuat kesombongan tampil di wajahnya, tak ada kepala yang mendongkak. Senyum dan sapa senyum selalu menyertai. A h, dia tak seperti orang orang bertitel hebat lainnya. Kata sayang juga selalu ditambahkannya dalam setiap kalimatnya, tak ada yang tak suka jika dipanggil dengan seakrab itu. Humor selalu dia sematkan baik dalam perbincangan santai maupun dalam forum formal. Logat maduranya kental, suaranya khas, jika orang mendengar suaranya, ah pastilah dia yang berwibawa. "Syuting di alam sebelah" dia pula yang selalu katakan. Aku memang tak mengenalnya dengan baik, hanya sempat diajarnya satu semester, hanya sekedar sapa sepintas lalu pula, semua itu cukup menorehkan rasa sungkanku padanya . Dia sosok yang membuktikan, untuk menjadi orang yang hebat, dihormati, dan berwibawa dapat dimulai dengan senyum keramahan dan tidak sombong. Dan dia yang berwibawa adalah orang yang luar biasa.