Langsung ke konten utama

Bukan Milik Mereka Lagi

Tawa itu bukan milik mereka lagi
Canda itu bukan milik mereka lagi
Pun wajah manis
Pun kemesraaan yang mereka umbar yang kadang membuatku yang meliatnya menjadi jengah

Itu bukan milik mereka lagi
Setelah pertengkaran hebat waktu itu
Pertengkaran yang membuat semuanya berbalik

Kini
Hanya ada wajah masam
Kini
Hanya ada wajah kebencian

Dulu mereka bilang itu cinta
Kini semuanya menjadi amarah
Amarah yang saling melukai

Tidak bisakah mereka melupakan semuanya?
Tidak bisakah mereka berbaikan?
Jika tidak sebagai kekasih
Jadilah teman

Tak nyaman rasanya menjadi penonton Ketika salah satu dari mereka mulai menghancurkan orang yang dulu katanya pernah dicintainya
Aku tak berhak geram
Aku tak tahu dan paham sepenuhnya

Sebegitu hebatkan luka yang digoreskan?
Yang tadinya cinta kemudian bermusuhan
Tidak bisakah saling melupakan dan memulai awal yang baru mungkin dengan yang lain
Tidak dengan dendam dan amarah yang menghancurkan seperti ini?

Sebagai penonton, drama yang mereka mainkan benar-benar seru untuk ditonton dan dibahas
Tapi salah satu sisi dari mungkin yang orang bilang nurani ini berkata
Bisakah berbaikan saja?
Jika nantinya salah satu benar-benar hancur oleh dendam itu
Yakinkah yang menghancurkan itu akan bahagia?

Lagi, hanyalah sebuah tulisan dari penonton untuk 'mereka'.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kita tidak sama

Apa yang kita lakukan, pasti ada saja yang tidak suka dengan kita. Padahal menurut kita, kita melakukan hal yang baik. Itu karena isi kepala setiap orang berbeda beda, ada yang berpendapat A, ada yang B , dan seterusnya. Kritikan selalu datang, kadang membangun, kadang menjatuhkan. Ikuti yang kritik yang membangun, buang kritik yang hanya berusaha menjatuhkan kita. Keep calm down. Toh, Allah menciptakan dunia yang begitu luas dan pasti ada banyak orang untuk kita di luar sana. Yang mampu menerima kita apa adanya.

DAFTAR ALUMNI ANGKATAN KEKEMPAT SMAN 1 PLT

Kemarin aku bongkar-bongkar arsipku, dan aku menemukan album kenang-kenangan alumni angkatanku saat bersekolah di SMAN 1 PLT. Sepertinya bagus juga kalo diposting, so cek this out. Arbanianto Ariyadi Noorsholihin Bahriah Fahriani Hadrian Noor Hairatul Misrawati Halimah Hatnawati Jumransyah M. Ali Nafiah Noor Mariatul Kiptiah Marlinda Sayekti Muhammad Yusuf Salabiah Misrah Misri Siti Jumiati Siti Ramlah Siti Rukiyah Sri Herlini Syahrani Wahyudi Aryanto Wahyunah Yuni Maulida Ada yang lucu saat aku membaca kesan-kesan yang disampaikan teman-temanku dalam album tersebut, yaitu hampir semua teman laki-lakiku menulis tiada hari tanpa razia rambut (bekutal), ha..ha... kayaknya senang banget tuh mereka udah lulus saat itu, yang artinya tidak ada lagi razia rambut. Salah satunya ini:   “DIKUTAL PA UPIK DAN PA BUSRI SETIAP KALI ADA RAZIA KENA TARUS. KARENA RAMBUTKU SUBUR BANAR ALIAS LAKAS PANJANG/GONDRONG SEHINGGA MAULAH PAGURUAN GARIGITAN!!!”  ...

Catatan Dosen Muda Amatir

Tak terasa sudah satu semester lebih aku menjadi dosen di kampusku STKIP Paris Barantai Kotabaru. Sebagai pengajar muda plus amatir, banyak hal yang kupelajari, seperti cara mengajar dan membuat perangkat perkuliahan. Bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya sebagai orang yang baru dalam dunia pendidikan, aku harus belajar hal-hal yang belum aku ketahui meski aku kuliah di jurusan Pendidikan. Gampangnya, semakin sering aku berlatih maka hal-hal baru tersebut semakin aku akrabi dan terbiasa. Membuat bahan ajar juga bisa dibilang cukup sulit, tak jarang aku harus begadang untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Selain itu dengan umur yang tak berbeda jauh dengan mahasiswa yang kuajar, tak sedikit tatapan-tatapan yang meragukan kemampuanku J , risih sebenarnya di awal, namun dengan berjalannya waktu, aku lebih memilih untuk fokus memperbaiki cara mengajarku dan belajar  lagi dari orang-orang yang lebih tahu dan juga berdiskusi dengan teman-teman, sharing tetang hal-hal yan...