Langsung ke konten utama

kekhawatiran seorang ayah

Kemarin malam bertemu dengan seorang bapak paruh baya di sebuah rumah makan. Dia mencari anak dan teman teman si anak yang merayakan ultah salah satu dari mereka. Dia datang dengan tergopoh gopoh. Saat dia datang acara tersebut sudah selesai. Dia menanyakan pada pemilik rumah makan tentang acara ultah tersebut, apakah ada yang acara mabuk mabukan atau tidak, karena saat teman teman anak tersebut menjemput anaknya ke rumah, dia melihat salah satu dari mereka terlihat mabuk. Si pemilik rumah makan mengatakan tidak ada yang mabuk karena di tempatnya memang tidak memperbolehkan hal hal seperti itu.
Di lengan kanan bapak tersebut tampak tergores dan berdarah, katanya dia terjatuh dari motor saat dalam perjalanan menyusul anaknya ke rumah makan tersebut. Mungkin dia khawatir bila anaknya ikut ikutan teman temannya mabuk, tapi dia tak mengkwatirkan dirinya sendiri. Tak lama, dia keluar dari rumah makan tersebut sembari melempar senyum, ku balas dengam senyum dan anggukan kepala.
Hei kamu yang tak ku tahu namamu, kau beruntung memiliki ayah sepertinya. Jika kau anggap dia mencarimu karena tak mempercayaimu, bisa kah kau anggap itu sebuah kekhawatiran seorang ayah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kita tidak sama

Apa yang kita lakukan, pasti ada saja yang tidak suka dengan kita. Padahal menurut kita, kita melakukan hal yang baik. Itu karena isi kepala setiap orang berbeda beda, ada yang berpendapat A, ada yang B , dan seterusnya. Kritikan selalu datang, kadang membangun, kadang menjatuhkan. Ikuti yang kritik yang membangun, buang kritik yang hanya berusaha menjatuhkan kita. Keep calm down. Toh, Allah menciptakan dunia yang begitu luas dan pasti ada banyak orang untuk kita di luar sana. Yang mampu menerima kita apa adanya.

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

DAFTAR ALUMNI ANGKATAN KEKEMPAT SMAN 1 PLT

Kemarin aku bongkar-bongkar arsipku, dan aku menemukan album kenang-kenangan alumni angkatanku saat bersekolah di SMAN 1 PLT. Sepertinya bagus juga kalo diposting, so cek this out. Arbanianto Ariyadi Noorsholihin Bahriah Fahriani Hadrian Noor Hairatul Misrawati Halimah Hatnawati Jumransyah M. Ali Nafiah Noor Mariatul Kiptiah Marlinda Sayekti Muhammad Yusuf Salabiah Misrah Misri Siti Jumiati Siti Ramlah Siti Rukiyah Sri Herlini Syahrani Wahyudi Aryanto Wahyunah Yuni Maulida Ada yang lucu saat aku membaca kesan-kesan yang disampaikan teman-temanku dalam album tersebut, yaitu hampir semua teman laki-lakiku menulis tiada hari tanpa razia rambut (bekutal), ha..ha... kayaknya senang banget tuh mereka udah lulus saat itu, yang artinya tidak ada lagi razia rambut. Salah satunya ini:   “DIKUTAL PA UPIK DAN PA BUSRI SETIAP KALI ADA RAZIA KENA TARUS. KARENA RAMBUTKU SUBUR BANAR ALIAS LAKAS PANJANG/GONDRONG SEHINGGA MAULAH PAGURUAN GARIGITAN!!!”  ...