Kemarin malam bertemu dengan seorang bapak paruh baya di sebuah rumah makan. Dia mencari anak dan teman teman si anak yang merayakan ultah salah satu dari mereka. Dia datang dengan tergopoh gopoh. Saat dia datang acara tersebut sudah selesai. Dia menanyakan pada pemilik rumah makan tentang acara ultah tersebut, apakah ada yang acara mabuk mabukan atau tidak, karena saat teman teman anak tersebut menjemput anaknya ke rumah, dia melihat salah satu dari mereka terlihat mabuk. Si pemilik rumah makan mengatakan tidak ada yang mabuk karena di tempatnya memang tidak memperbolehkan hal hal seperti itu.
Di lengan kanan bapak tersebut tampak tergores dan berdarah, katanya dia terjatuh dari motor saat dalam perjalanan menyusul anaknya ke rumah makan tersebut. Mungkin dia khawatir bila anaknya ikut ikutan teman temannya mabuk, tapi dia tak mengkwatirkan dirinya sendiri. Tak lama, dia keluar dari rumah makan tersebut sembari melempar senyum, ku balas dengam senyum dan anggukan kepala.
Hei kamu yang tak ku tahu namamu, kau beruntung memiliki ayah sepertinya. Jika kau anggap dia mencarimu karena tak mempercayaimu, bisa kah kau anggap itu sebuah kekhawatiran seorang ayah?
Apa yang kita lakukan, pasti ada saja yang tidak suka dengan kita. Padahal menurut kita, kita melakukan hal yang baik. Itu karena isi kepala setiap orang berbeda beda, ada yang berpendapat A, ada yang B , dan seterusnya. Kritikan selalu datang, kadang membangun, kadang menjatuhkan. Ikuti yang kritik yang membangun, buang kritik yang hanya berusaha menjatuhkan kita. Keep calm down. Toh, Allah menciptakan dunia yang begitu luas dan pasti ada banyak orang untuk kita di luar sana. Yang mampu menerima kita apa adanya.
Komentar
Posting Komentar