Manusia sering melakukan kesalahan, oleh sebab itu dibutuhkan adanya koreksi dalam bentuk teguran dan lainnya. Dengan koreksi manusia akan belajar memperbaiki kesalahan tersebut sehingga menjadi manusia yang lebih baik. Orang yang menolak koreksi adalah orang yang enggan untuk melakukan perubahan, apalagi selama koreksi itu positif. So, jangan marah jika mendapatkan sebuah teguran, karena itu bagian dari koreksi perbuatan kita. Belajarlah untuk terbuka dan berpikir positif terhadap koreksi. Namun jika koreksi itu sifatnya negatif dan bertujuan membuat kita jatuh, maka biarkanlah, keep smile, jangan musuhi orang tersebut, hidup memang menyajikan hal positif dan negatif. tetaplah berlari.
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar