Langsung ke konten utama

Anabul Si Oyen

Kenalan sama kucing saya yuk, namanya oyen karena bulunya warna oren, ketahuan banget males ngasih nama, bingung juga ngasih namanya😅. 
Oyen si cowok ganteng ini sekarang umurnya sekitar 7 bulanan, tepatnya dipelihara setelah idul fitri tahun 2021 ini, saat itu masih kecil banget. Abah bawa pulang karena nemu di jalan. Awalnya dia 3 bersaudara saat di bawa ke rumah, tapi yang satunya sakit dan yg satunya lagi ketabrak🥲, maka tersisalah si oyen ini. 
Sebenarnya dulu saya lebih sayang sama kucing yang namanya utih karena warnanya putih, ini saudaranya si oyen juga ya, soalnya utih pinter banget, kalem dan gak suka gigit, beda sama si oyen yang suka gemes gigit saya. Tapi utih ternyata gak lama sama kita, saya sampe mewek ketika utih mati🥲.
Semenjak di utih mati, otomatis oyen jadi satu-satunya, saya jadi sayang banget sama si oyen. Pokoknya dijagain banget, takut kalau dia ke jalan dan ketabrak, tapi oyennya makin ke sini, makin gede, makin berani juga ke jalan, gak bisa dibilangin tuh anabul.
Oyen pinter banget meski kalau lagi main suka gigit, kalau pup atau pipis di luar rumah, bisa sih sekali, itu bikin mama murka, soalnya mama gak terlalu suka kucing, oyen disuruh tidur di luar dah kalo malam🥲. Tapi kalau ada saya pas di rumah, oyen saya tidurkan di kamar saya, gak tega kalau dia tidur di luar, takut kalau diganggu sama kucing lain. Soalnya dulu pernah kejadian si oyen mau diserang sama kucing lain. 
Ading dan abah juga sayang banget sama si oyen, kayak anggota keluarga pokoknya. Oyen juga manja banget ke abah, suka nempel ke badan kalau mau tidur, begitu juga si oyen ke ading dan juga saya. 
Makan si oyen alhamdulillah gak ribet, mungkin karena jenis kucing kampung. Cukup ikan goreng campur nasi, camilannya dry food. Kalau mau makan suka rusuh, nempel di kaki kemanapun saya pergi. Baru kalem kalau sudah dikasih makanan. Kalau ke abah pas makan, oyen juga suka gangguin abah, minta jatah, hahaha. 
Tidurnya ruar biasa, bangun pas mau makan aja, adakali tidurnya 18 jam dalam sehari. Tempat tidur favoritnya adalah kamar ading saya. 
Syukurnya si oyen kalo mandi gak kayak reog, kalem wae. Suka kotor di bagian perut dan hidung, nyungsep di bawah kolong rumah biasanya. Sekarang oyen gundut banget, saya suka unyel-unyel perutnya, gemes soalnya. 
Sehat-sehat ya anabulku oyen, jangan suka kelayapan ya meski udah puber, kasian babumu ini mikirin dan nyariin kamu😅. 

Update 29 November 2022
Oyen hilang sekitaran desember 2021,udah hampir setahun, gak tau ke mana. Sepertinya ketabrak dan lari ke semak-semak, karena kucing tetangga depan rumah sering sekali ketabrak motor. Sempat dicari sekitaran rumah dan nanya tetangga, karena dia kalo main gak jauh, tapi gak ada yang tau. 
Sedih, keluarga saya juga, ading sampe gak mau punya kucing lagi karena udah kepalang sayang sama oyen. Mungkin hanya sampai situ tugas kami membersamainya, sayang oyen kucing gundut saya yang ganteng☺. 
Sekarang kami punya kucing lagi di rumah, namanya subuh, warnanya hitam dan putih. Nanti saya cerita tentang subuh. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Iseng

Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut,  aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas.  Merasa tak nyaman dan...

Halo Malamku

12.51 WITA hari senin, tanggal 25 November 2019, aku duduk di depan laptopku di tengah malam buta.  "Halo malamku, lama tak berbincang, bagaimana kabarmu? aku? aku baik baik saja. Setidaknya itu yang selalu kucoba. Ngomong-ngomong, ijinkan aku bercerita malam ini. Tentang aku. Tentang hidup yang membawaku jauh dari rumah. Hidup yang membawaku ke tempat ini sekarang dan menemukan diriku yang lain. Diriku yang selalu mencoba untuk kuat menghadapi apapun tantangan di depanku, karena sungguh aku tak punya apapun selain menghadapinya.  Aku yang sekarang adalah aku yang berusaha untuk selalu tangguh, takkan kusalahkan diriku dan siapapun. Ini keputusan dan sudah Allah gariskan untukku. Aku masih sering menangis di pojokan kamar ketika lelahku, ketika mumetnya kepalaku dengan segala permasalahan, mencoba menganalisa, 'aku sedang apa sih?' oh iya, aku sedang meniti masa depanku, aku juga sedang berjudi. Pengalaman  pekerjaan di waktu sebelumnya kadang tak membuat enak hati. ...

Dia yang berwibawa

Dia yang berwibawa. Dengan S3 yang disandang nya tak membuat kesombongan tampil di wajahnya, tak ada kepala yang mendongkak. Senyum dan sapa senyum selalu menyertai. A h, dia tak seperti orang orang bertitel hebat lainnya. Kata sayang juga selalu ditambahkannya dalam setiap kalimatnya, tak ada yang tak suka jika dipanggil dengan seakrab itu. Humor selalu dia sematkan baik dalam perbincangan santai maupun dalam forum formal. Logat maduranya kental, suaranya khas, jika orang mendengar suaranya, ah pastilah dia yang berwibawa. "Syuting di alam sebelah" dia pula yang selalu katakan. Aku memang tak mengenalnya dengan baik, hanya sempat diajarnya satu semester, hanya sekedar sapa sepintas lalu pula, semua itu cukup menorehkan rasa sungkanku padanya . Dia sosok yang membuktikan, untuk menjadi orang yang hebat, dihormati, dan berwibawa dapat dimulai dengan senyum keramahan dan tidak sombong. Dan dia yang berwibawa adalah orang yang luar biasa.