Kayaknya ane dodolnya udah gak ketulungan deh soal merawat pakaian, baru aja kemarin celana coklat ane kena getah daun sewaktu jalan ke hutan, ini celana coklat satunya kena getah permen karet lagi. Emang gak bisa belajar dari pengalaman, kasus yang pertama udah tau mau jalan ke hutan ini malah make celana terang, trus duduk di daun, sampai rumah baru sadar tuh celana di bagian belakang ada noda getah, banyak lagi. Sudah ane pakai berbagai cara, mulai direndam dengan sabun, air panas, es batu, jeruk nipis dan minyak tanah, tapi nodanya gak ilang-ilang, dan akhirny ane menyerah. Kembali hal ini kejadian lagi, pas ane nonton teater di mahligai, udah tau gak ada alas duduk, ane malah duduk-duduk aja, pulangnya selamat deh, ada noda permen karet nempel, susah ilangnya lagi. Besok-besok ane mau pake celana gelap aja deh, ane buram sama sikon kali ya kalo mau ke suatu tempat alias saltum dan suka duduk tanpa liat-liat. Untuk celana coklat 1 byee dan untuk celana coklat 2, kali ini ane bakalan lebih hati-hati. 😄
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar