Langsung ke konten utama

Perpustakaan?



Perpustakaan? Menyenangkan saja rasanya bisa menghabiskan waktu di perpus, membaca buku-buku dengan tenang. Bagian menariknya tidak itu saja, aku menyukai mencari buku di antara rak-rak buku yang tinggi menjulang. Berjalan di antaranya dan melihat warna-warni sampul buku membuat mataku rasanya termanjakan apa lagi jika desain covernya unik dan imut. Aroma buku baru dan suara buku di balik menjadi suatu musik tersendiri bagiku. Kadang aku menghabiskan hampir sejam hanya untuk memilah buku di antara ratusan buku.
Aku juga suka Suasana perpustakaan yang tenang dan dingin dengan AC. Orang-orang yang asyik dengan bacaan dan laptopnya. Dulu sewaktu kuliah, setiap minggu aku selalu ke perpustakaan, bahkan bisa beberapa kali, namun sejak bekerja, buku-buku yang kupinjam jadi sampai dua minggu bahkan bisa satu bulan baru kukembalikan. Beberapa bahkan tidak ku baca. Sebenarnya sibuk alasan klasikku saja, mungkin pengaruh kegandrunganku akan smartphone juga mempengaruhi intensitasku berhubungan dengan buku dan perpus. Bagaimana pun perpustakaan adalah tempat yang akan selalu menyenangkan bagiku, terlepas dari berbagai pendapat dari beberapa kawan yang enggan ke perpus karena tidak punya teman untuk diajak ke sana atau petugasnya yang tidak ramah, tidak menghalangiku untuk tetap ke sana.

Ke perpustakaan juga jadi semacam hiburan bagiku, karena dari senin sampai jumat berkutat dengan pekerjaan (halah bahasaku pakai berkutat segala, padahal kerjaannya gak banyak-banyak amat, :D). Pokoknya aku suka buku dan perpustakaan, sudah itu saja J.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kita tidak sama

Apa yang kita lakukan, pasti ada saja yang tidak suka dengan kita. Padahal menurut kita, kita melakukan hal yang baik. Itu karena isi kepala setiap orang berbeda beda, ada yang berpendapat A, ada yang B , dan seterusnya. Kritikan selalu datang, kadang membangun, kadang menjatuhkan. Ikuti yang kritik yang membangun, buang kritik yang hanya berusaha menjatuhkan kita. Keep calm down. Toh, Allah menciptakan dunia yang begitu luas dan pasti ada banyak orang untuk kita di luar sana. Yang mampu menerima kita apa adanya.

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Selama Pandemi

Pandemi? jeda. Setelah 2018, 2019 dan awal tahun tadi memforsir badan. Sempat nangis juga awal tahun tadi karena malam-malam kaki sakit karena kecapean. Awal juni kita kembali ke rutinitas, karena tidak ada surat perpanjangan belajar di rumah bagi sekolah. Tidak berekspektasi macam-macam, mau diperpanjang maupun tidak belajar dirumahnya, seperti punya 2 mata sisi uang atau pisau ya? saya percaya pemerintah punya pertimbangan matang untuk mengatasi masalah ini.      Lalu apa kegiatan selama di rumah? Pembelajaran secara daring, saya lakukan dengan menggunakan google classroom bagi kelas XI. Kenapa tidak menggunakan WA? Sempat saya gunakan ketika USBN, namun saya kewalahan dan membingungkan dengan banyaknya chat siswa, memori handphone juga penuh. Google classroom berhasil untuk sebagian siswa, namun ada saja siswa yang mengeluhkan mengenai sulitnya jaringan, ketiadakan kuota internet, belum paham cara menyerahkan tugas di google classroom, namun enggan bertanya, h...