Langsung ke konten utama

Berlari bersama waktu

"Waktu, tolong jangan berlari, aku lelah mengejarmu, bisakah kita berhenti sebentar, duduklah di sampingku, di atas rumput yang hijau sambil menikmati senja" pintaku
Namun waktu memilih mengacuhkanku, waktu terus berlari di depanku.
" waktu, plis,sebentar saja" rayuku lagi, nafasku ngos-ngosan, kakiku pegal sehingga aku memutuskan duduk di atas rumput sambil memijit kakiku, keringat membasahi jilbab abu-abuku. Waktu menoleh dan menghampiriku. Waktu berjongkok didepanku, disekanya keringat di dahiku.
" jangan berhenti, teruslah berlari, kau lihat orang itu?" Waktu menunjuk orang yang sedang berlari. "Kemarin dia di belakangmu, sekarang dia sudah jauh mendahuluimu, jika kau tak segera bangkit kau akan tertinggal jauh", katanya pelan.
"Tapi aku lelah, waktu" sahutku sambil menunduk
"Bersabarlah dan teruslah berlari, Allah menjanjikan hasil yang manis bagi orang yang mau melakukannya", kata waktu sambil mengelus jilbabku. "Kau mau? Tanya waktu
"Akan ku coba"kataku sambil tersenyum. Waktu membantuku berdiri dengan menarik tanganku.
"Kalau begitu ayo!!!"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dusta

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Catatan Dosen Muda Amatir

Tak terasa sudah satu semester lebih aku menjadi dosen di kampusku STKIP Paris Barantai Kotabaru. Sebagai pengajar muda plus amatir, banyak hal yang kupelajari, seperti cara mengajar dan membuat perangkat perkuliahan. Bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya sebagai orang yang baru dalam dunia pendidikan, aku harus belajar hal-hal yang belum aku ketahui meski aku kuliah di jurusan Pendidikan. Gampangnya, semakin sering aku berlatih maka hal-hal baru tersebut semakin aku akrabi dan terbiasa. Membuat bahan ajar juga bisa dibilang cukup sulit, tak jarang aku harus begadang untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Selain itu dengan umur yang tak berbeda jauh dengan mahasiswa yang kuajar, tak sedikit tatapan-tatapan yang meragukan kemampuanku J , risih sebenarnya di awal, namun dengan berjalannya waktu, aku lebih memilih untuk fokus memperbaiki cara mengajarku dan belajar  lagi dari orang-orang yang lebih tahu dan juga berdiskusi dengan teman-teman, sharing tetang hal-hal yan...