Setelah lama mencari akhirnya aku menemukan semangat.
" semangat, kau dari mana saja? Aku mencarimu tau? Gerutuku, namun semangat hanya diam tak menanggapi pertanyaanku.
" kau tau, aku sedih karena kehilanganmu, tolong jangan menghilang lagi, pliss!"rengekku, semangat tersenyum mendengar kata-kataku.
"Aku tak kemana-mana" katanya sambil menjawil hidungku.
"Aku akan selalu ada karena kau minta dan Allah mengijinkan"tambahnya.
"Benarkah?"tanyaku memastikan dengan mata penuh harap. Semangat mengganggukan kepalanya.
" kalau begitu, tetaplah bersamaku menghadapi hari, ok? Jangan kemana-mana, aku susah jika kau tak ada"rayuku sembari menggenggam tangannya. Semangat menatapku dengan hangat dan itu sudah cukup menenangkanku.
(Tulisan di atas selembar struk bekas).
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar