Saat ku tanya apakah dia mengajukan beasiswa atau tidak jawabnya
"tidak"
"kenapa? bukannya IPmu tinggi?" tanyaku
"Tempatnya jauh, lagian prosesnya ribet, mesti urus ini urus itu, terus nggak pasti masuk juga" kilahnya
"oh..."
memang sih untuk menerima beasiswa rada ribet, banyak yang mesti diurus, belum lagi tempatnya lumayan jauh, tapi memang begitu kan prosedurnya. Gak ada yang mudah dalam mendapatkan sesuatu, juga kadang kegagalan sering menghampiri pada percobaan pertama.
Atmosfir pesimis percakapan di atas mengatakan gagal sebelum mencoba.
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar