Laskar pemburu layang layang
Berlari di antara keramaian lalu lalang kendaraan
Kepalanya mendongkak
Menatap tajam si layang layang putus buruannya
Larinya kencang tak terbendung
Tak dipedulikannya kanan kirinya
Bersaing dengan pemburu layang layang lainnya adalah motivasinya
Ah, dua ribu rupiah harga sebuah layang rupanya sebanding dengan kakinya yang bisa saja tertusuk paku saat mengejar layang layang
atau terjerembab
tak dipedulikannya omelan orang orang yang rumahnya dia panjat saat si layang layang putus jatuh dengan manisnya di atap rumah
ah, laskar pemburu layang layang
pastikan saat kau besar nanti
kejar mimpimu seperti kau mengejar layang layang
mata yang berkilat kilat
Semangat yang membara
turut serta dalam menggapai mimpimu
ah, laskar pemburu layang layang
Pastikan kau mengejar mimpimu
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar