Langsung ke konten utama

Postingan

Tidak Ada Aku

Tidak, tidak ada aku dalam rencana hebatmu Tidak ada aku dalam setiap tujuanmu dan langkahmu Tidak ada namaku yang kau sebut Aku tidak sedang egois Aku hanya mencari sedikit pentingnya diriku dalam hidupmu Aku tak akan bertanya Meminta bahkan mengemis Cukup aku tau Jika tak ada aku dalam setiap rencana hebatmu Sudahlah Jangan tanya kenapa aku berubah Kau hanya penasaran Dan kau tak akan mencoba merubah rencanamu Oh ya, Semoga semua rencana hebatmu nanti tercapai Semua rencana hebatmu yang tak ada aku di dalamnya Kas membaca tulisan di kertas yang baru saja dengan tak sengaja dijatuhkan Maran ketika membereskan bukunya dengan buru-buru. "Tumben sekali Maran bikin puisi" kata kas pelan dengan kening berkerut, saat Maran sudah meninggalkan kelas. "Dan KAU, siapa dia dalam puisi ini?" Kata Kas bertanya-tanya. Puisi itu diamatinya lagi, sepertinya Maran belum memberi judul puisinya ini. Kas tampak berpikir sebentar dan lalu menuliskan sesuatu di atas ke...

Tanpa Judul

Bahagiaku jika melihat kau tersenyum Bahagiaku jika menyaksikan kau mencapai sesuatu yang kau inginkan Bahagiaku jika kau sehat Sedihku jika melihat kau menangis Sedihku jika melihat kau menyerah Sedihku jika melihat kau terluka Sedihku jika menyaksikan kau kecewa Sedihku jika melihat kau tak di sampingku Marahku jika melihat kau pesimis Marahku jika melihat kau disakiti Marahku jika melihat mereka mengejekmu Marahku jika melihat kau tak mencoba marahku jika melihatmu seperti itu Bahagiamu, sedihmu dan marahmu adalah bahagiaku, sedihku, dan marahku

Mie instan

Ngomongin mie instan yuk. Ane salah satu pengemar mie instan. Dalam seminggu ane bisa makan 3 sampai 4 kali. Ya, ane tahu kalau mie instan sangat tidak baik untuk tubuh, dan hanya boleh dikonsumsi beberapa kali dalam sebulan, tapi gimana ya? Mie instan tuh kayaknya pas aja buat segala situasi dan kondisi. Contoh, pas lagi hujan, lagi boke, lagi males masak, dll deh. Pembenaran ya? Iya sih J . Ditambah mie instant tuh enak banget, iya bener, prinsipnya kan makanan yang nggak bagus buat kesehatan emang enak ya (kali) J . Btw, pernah gak sih ngebandingin mie instan yang dimasak sama orang lain dengan dimasak sendiri? Gak tau kenapa mie yang dimasak ibu kantin atau di warung-warung jauuuuuuuh lebih enak dibandingkan dengan buatan sendiri. Kenapa ya? Padahal mereknya sama, bahkan kadang bikin sambel yang sama juga ditambah beli kerupuk yang sama, tapi teteeeeep gak bisa nyamain enaknya mie instan buatan ibu kantin. Kalau diliat-liat kan biasanya kantin sekolah kan kurang higenis ya,...

Gugup

Hidup 23 tahun, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, kuliah 4 tahun, kerja 1 tahun, masih belum bisa membentuk diri ane manjadi orang yang lancar berbicara di depan orang lain. Entah apa yang salah, banyak diskusi sewaktu SMA dan kuliah yang ane ikuti, gak terlalu berpengaruh sama kemampuan ane dalam berbicara dengan runtut dan teratur. Ane ngomong dengan cepat dan kadang ane sendiri bingung apa yang tadi ane bilang barusan. Padahal ane sudah berusaha menarik nafas dan membaca bismillah sebelum berbicara. Ditambah, kadang ane kalo ngomong topiknya suka bolak balik, gak jelas mana umum khususnya. Apa ane ikut kelas public speaking aja ya? Tapi di mana kalo di kota ane?  Katanya hidup adalah proses belajar, tidak di sekolah saja, namun sepanjang hayat, but dengan kemampuan berbicara ane yang seperti ini, kadang bikin ane malu juga, masa sarjana ngomongnya masih belepotan dan gugup. Rada nyesel sebenarnya kenapa waktu kuliah dulu gak ikut organisasi kayak BEM sampai lulus kuliah, eh ...

Debat itu

Bukan main gatalnya tanganku untuk mengetik kalimat balasan di sebuah debat yang berasal dari status seseorang. Rasanya ingin kulontarkan bukti-bukti pendukung atas pendapat yang kusampaikan. Ya, aku dan orang tersebut berbeda pendapat tentang suatu hal. Satu dua kali balasan yang ku tuliskan di kolom komentar, bukannya mereda namun sepertinya masalahnya menjadi semakin melebar. Ya itu tadi tanganku jadi gatal akibat egoisku yang tak senang jika pendapatku disanggah dengan keras. Ku coba memikirkan jawaban atas pendapat yang dituliskannya, beberapa tulisan ku hapus kembali, mencoba menyusun kalimat yang tidak akan menimbulkan interpretasi lain dan bisa segera mengakhiri perdebatan itu. Namun beberapa pemikiran menghentikanku untuk melanjutkan perdebatan itu. Dan aku memilih berhenti. Bahan yang kami perdebatkan hanyalah persoalan kecil yang menjadi besar akibat ketidaktahananku untuk berkomentar dan ternyata si empu status tak terima dan mendebat balik mencoba mempertahankan pendapat...

Pembicaraan Bodoh

Apa kita sedang saling mengunggulkan diri masing-masing? Ah, ini tampak pembicaraan yang paling bodoh Walau kita sedang mengaku HEBAT Jangan, jangan lagi dengan DULU Dulu aku, kau dulu Lihat mereka sedang tertawa di belakang punggung kita Cekikikan dengan mata bebinar seperti punya mainan baru tampaknya bagi mereka Apa peduli mereka ha? Apa? Mereka bilang PERSETAN bukan dulu aku, kau dulu Tapi sekarang aku, kau sekarang... Apa kita sedang memuji diri kita masing-masing? Ini adalah pembicaraan yang paling bodoh Walau kita sedang mengaku TUHAN

Berbicara tentang nasib

Saat kecantikannya menjadi perhatian orang di sekelilingnya Ku kadang merasa iri Karena aku tak SEPERTI dia Saat barang mewah yang dipakainya dipuji oleh teman-teman Ku kadang merasa iri Karena aku tak SEPERTI dia Berbicara tentang NASIB Mereka bilang roda itu berputar Mereka bilang selalu ada langit di atas langit Ah, mereka juga bilang tentang blablabla dan bla Jalan tampaknya masih begitu panjang Ujungnya pun belum terlihat Tak bisa ku terka apakah di sana ada jurang Lintah dengan kepala medusa kah Yang siap mengisap darahku dan seketika membuatku menjadi batu hanya dengan melihat matanya TAPI Tuhan punya rencana sendiri terhadap hidup manusia Kita sebagai pemain hanya bisa mengikuti adegan demi adegan yang tersaji Berbicara tentang NASIB Aku tak tahu Aku hanya sedang berusaha Walau tertatih Walau gelap Aku hanya sedang berusaha