Langsung ke konten utama

Gugup

Hidup 23 tahun, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, kuliah 4 tahun, kerja 1 tahun, masih belum bisa membentuk diri ane manjadi orang yang lancar berbicara di depan orang lain. Entah apa yang salah, banyak diskusi sewaktu SMA dan kuliah yang ane ikuti, gak terlalu berpengaruh sama kemampuan ane dalam berbicara dengan runtut dan teratur. Ane ngomong dengan cepat dan kadang ane sendiri bingung apa yang tadi ane bilang barusan. Padahal ane sudah berusaha menarik nafas dan membaca bismillah sebelum berbicara. Ditambah, kadang ane kalo ngomong topiknya suka bolak balik, gak jelas mana umum khususnya. Apa ane ikut kelas public speaking aja ya? Tapi di mana kalo di kota ane? 
Katanya hidup adalah proses belajar, tidak di sekolah saja, namun sepanjang hayat, but dengan kemampuan berbicara ane yang seperti ini, kadang bikin ane malu juga, masa sarjana ngomongnya masih belepotan dan gugup. Rada nyesel sebenarnya kenapa waktu kuliah dulu gak ikut organisasi kayak BEM sampai lulus kuliah, eh malah cuma ikut pas semester awal aja. Jadi deh, ane gak terlalu terampil dalam berbicara di depan banyak orang. Okelah, mudahan ke depannya dibukakan Allah jalan supaya kemampuan ane berbicara jadi lebih baik. Sekian curhat ane hari ini. Oh, ya kalo ada info mengenai kelas public speaking atau club yang tujuannya ingin meningkatkan keterampilan berbicara tolong share ya ke ane. See u…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kita tidak sama

Apa yang kita lakukan, pasti ada saja yang tidak suka dengan kita. Padahal menurut kita, kita melakukan hal yang baik. Itu karena isi kepala setiap orang berbeda beda, ada yang berpendapat A, ada yang B , dan seterusnya. Kritikan selalu datang, kadang membangun, kadang menjatuhkan. Ikuti yang kritik yang membangun, buang kritik yang hanya berusaha menjatuhkan kita. Keep calm down. Toh, Allah menciptakan dunia yang begitu luas dan pasti ada banyak orang untuk kita di luar sana. Yang mampu menerima kita apa adanya.

DAFTAR ALUMNI ANGKATAN KEKEMPAT SMAN 1 PLT

Kemarin aku bongkar-bongkar arsipku, dan aku menemukan album kenang-kenangan alumni angkatanku saat bersekolah di SMAN 1 PLT. Sepertinya bagus juga kalo diposting, so cek this out. Arbanianto Ariyadi Noorsholihin Bahriah Fahriani Hadrian Noor Hairatul Misrawati Halimah Hatnawati Jumransyah M. Ali Nafiah Noor Mariatul Kiptiah Marlinda Sayekti Muhammad Yusuf Salabiah Misrah Misri Siti Jumiati Siti Ramlah Siti Rukiyah Sri Herlini Syahrani Wahyudi Aryanto Wahyunah Yuni Maulida Ada yang lucu saat aku membaca kesan-kesan yang disampaikan teman-temanku dalam album tersebut, yaitu hampir semua teman laki-lakiku menulis tiada hari tanpa razia rambut (bekutal), ha..ha... kayaknya senang banget tuh mereka udah lulus saat itu, yang artinya tidak ada lagi razia rambut. Salah satunya ini:   “DIKUTAL PA UPIK DAN PA BUSRI SETIAP KALI ADA RAZIA KENA TARUS. KARENA RAMBUTKU SUBUR BANAR ALIAS LAKAS PANJANG/GONDRONG SEHINGGA MAULAH PAGURUAN GARIGITAN!!!”  ...

Catatan Dosen Muda Amatir

Tak terasa sudah satu semester lebih aku menjadi dosen di kampusku STKIP Paris Barantai Kotabaru. Sebagai pengajar muda plus amatir, banyak hal yang kupelajari, seperti cara mengajar dan membuat perangkat perkuliahan. Bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya sebagai orang yang baru dalam dunia pendidikan, aku harus belajar hal-hal yang belum aku ketahui meski aku kuliah di jurusan Pendidikan. Gampangnya, semakin sering aku berlatih maka hal-hal baru tersebut semakin aku akrabi dan terbiasa. Membuat bahan ajar juga bisa dibilang cukup sulit, tak jarang aku harus begadang untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Selain itu dengan umur yang tak berbeda jauh dengan mahasiswa yang kuajar, tak sedikit tatapan-tatapan yang meragukan kemampuanku J , risih sebenarnya di awal, namun dengan berjalannya waktu, aku lebih memilih untuk fokus memperbaiki cara mengajarku dan belajar  lagi dari orang-orang yang lebih tahu dan juga berdiskusi dengan teman-teman, sharing tetang hal-hal yan...