Langsung ke konten utama

Tentang Bara 6

Aku tak pernah mengira jika aku harus kehilangan bayiku, bayi yang kukandung selama 7 bulan, bayi yang baru berumur 17 hari. Ini di luar bayanganku. Yang pernah terbayang adalah, aku harus begadang menjaga bayiku, menyusuinya, bergantian dengan suami menjaga sambil aku mengerjakan yang lain, membawanya sambil berjalan kaki di pagi hari. Kehilangannya, di luar prediksiku. 
Allah Maha Tahu, Allah lebih tahu yang terbaik untukku dan bayiku. Mungkin aku belum siap menjadi seorang ibu, mungkin Allah ingin aku lebih giat belajar bagaimana mempersiapkan bayiku hadir ke dunia. Mungkin Allah ingin aku belajar bahwa menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah, itu harus benar-benar dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Mungkin Allah ingin menegurku dengan kehilangan anakku, bahwa sikapku kurang baik, mungkin aku belum bisa mengontrol emosi dengan baik, mungkin ibadahku belum baik, dan yang pasti Allah sudah menggariskannya bahwa aku belum bisa menjaga bayiku lebih lama di dunia. Aku ridho, aku ikhlas, Allah sedang mempersiapkan yang lebih baik untukku dan suamiku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dusta

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Catatan Dosen Muda Amatir

Tak terasa sudah satu semester lebih aku menjadi dosen di kampusku STKIP Paris Barantai Kotabaru. Sebagai pengajar muda plus amatir, banyak hal yang kupelajari, seperti cara mengajar dan membuat perangkat perkuliahan. Bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya sebagai orang yang baru dalam dunia pendidikan, aku harus belajar hal-hal yang belum aku ketahui meski aku kuliah di jurusan Pendidikan. Gampangnya, semakin sering aku berlatih maka hal-hal baru tersebut semakin aku akrabi dan terbiasa. Membuat bahan ajar juga bisa dibilang cukup sulit, tak jarang aku harus begadang untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Selain itu dengan umur yang tak berbeda jauh dengan mahasiswa yang kuajar, tak sedikit tatapan-tatapan yang meragukan kemampuanku J , risih sebenarnya di awal, namun dengan berjalannya waktu, aku lebih memilih untuk fokus memperbaiki cara mengajarku dan belajar  lagi dari orang-orang yang lebih tahu dan juga berdiskusi dengan teman-teman, sharing tetang hal-hal yan...