Allah, aku ingin cerita, aku tahu Kau sudah tahu, tentang anakku Bara. Allah, dia sedang sakit, tubuhnya kecil sekali, banyak selang dibadannya. Allah, aku belum bisa menata hati, memposisikan bagaimana perasaan dan pikiranku. Aku belum bisa berhenti menangis, memikirkannya yang tidak ada di sampingku. Allah, aku ingin menyusuinya, ingin memeluknya, ingin menciumnya layaknya bayi-bayi yang lain, tapi tidak bisa. Allah, maaf jika aku bertanya kenapa? Kenapa anakku ya Allah. Allah, kasihani badannya, dia terlalu kecil, sehatkan dia ya Allah tanpa kurang satupun🤲🤲.
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar