Salah satu hal yang menyenangkan dari belanja online adalah unboxing. Unboxing artinya bongkar paket, ya kan? Ya gak sih?😶😄, benerin ya kalo salah. Seru aja sih buka-buka paket gitu, padahal sudah tau apa isinya dan juga kadang bukan pesanan buat sendiri alias pesanan customer, tapi tetap aja im very very exited😍. Saking sukanya nih, pernah barang paketan temen sekantorku juga ikut ku buka, atas seijin pemiliknya tentu😄, gatal cin tangan saya mau buka😄. Rese banget ya aku😄.
Entah, berasa kayak dapat kado gitu kalo ngeliat paket datang (ketahuan gak pernah dikadoin sama orang, hikss😢), seolah-olah paketnya itu spesial hanya buat daku seorang, jiahh😄. Kalo kebiasaan aku sih kadang diphoto juga paketnya sebelum dibuka, buat dikirim ke penjual kalo pesanannya sudah nyampe. Habis dibuka diphotoin lagi tuh isinya😄, apalagi kalo barang jualan, behh, saya langsung potoshut pemirsahh😊. Gak barangnya doank, sama sekalian akunya mejeng eksis di photo promosi, hahaha.
Kalian suka unboxing paket juga gak sih? Ceritain donk😊.
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar