Langsung ke konten utama

Tak Apa Jika di Dalam Berdarah-Darah

Ingin marah semarah-marahnya
Ingin berteriak senyaring-nyaringnya
Ingin menangis sekencang-kencangnya
Tapi…
Hanya ada gigi gemetuk menahan marah
Hanya ada bibir yang terkunci rapat
Hanya ada mata yang merah
Hanya ada tangan yang mengepal di bawah meja

Pada akhirnya senyum harus tetap mengembang
Seolah-olah
Dan seolah-olah
Semua baik-baik saja
Tak apa jika di dalam berdarah-darah
dan
Tak apa jika di dalam berdarah-darah
Wajah harus tetap sumringah

Hadiahkan padaku piala citra
Untuk kategori akting terbaik tahun ini
Pula, aku tak perlu membaca skenario
Aku
Adalah alami

Pada akhirnya semuanya akan baik-baik saja
Seharusnya
Tak apa jika di dalam berdarah-darah


#sajak kemarin sore



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dusta

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Catatan Dosen Muda Amatir

Tak terasa sudah satu semester lebih aku menjadi dosen di kampusku STKIP Paris Barantai Kotabaru. Sebagai pengajar muda plus amatir, banyak hal yang kupelajari, seperti cara mengajar dan membuat perangkat perkuliahan. Bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya sebagai orang yang baru dalam dunia pendidikan, aku harus belajar hal-hal yang belum aku ketahui meski aku kuliah di jurusan Pendidikan. Gampangnya, semakin sering aku berlatih maka hal-hal baru tersebut semakin aku akrabi dan terbiasa. Membuat bahan ajar juga bisa dibilang cukup sulit, tak jarang aku harus begadang untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Selain itu dengan umur yang tak berbeda jauh dengan mahasiswa yang kuajar, tak sedikit tatapan-tatapan yang meragukan kemampuanku J , risih sebenarnya di awal, namun dengan berjalannya waktu, aku lebih memilih untuk fokus memperbaiki cara mengajarku dan belajar  lagi dari orang-orang yang lebih tahu dan juga berdiskusi dengan teman-teman, sharing tetang hal-hal yan...