Langsung ke konten utama

Masih Belajar Berenang

"Pian abut banar!" Seru adikku saat kami ke kolam renang stagen untuk belajar berenang (aku sih yang belajar, adikku sudah bisa😧) yang kurang lebih artinya aku terlalu panik.
"Kaka gak bakalan tenggelam kok" timpalnya lagi, aku malu sendiri, aku sudah lima kali latihan tapi gak bisa-bisa. Adikku dengan santainya berenang telentang.
Hebatnya setelah mendengar kata-katanya, aku jadi positif thinking dan  badanku terasa ringan. Aku mencoba renang dengan telentang, dengan tenang kugerakkkan kakiku dengan asal, tanganku juga asal kugerakkan, berlahan-lahan kakiku terangkat dan yayyy aku akhirnya bisa berenang telentang dan mengapung😄.
Setelah sekian lama (tsahh), tapi untuk renang yang selain telentang belum bisa. Aku 5 kali latihan renang yang biasa tapi gak bisa-bisa eh ini sekali latihan renang telentang langsung bisa bahkan sesi latihannya cuma setengah jam doank. Aku mengira untuk latihan renang yang telentang jauh lebih sulit tapi ini malah bisa duluan. Wah gantian nih, biasanya aku yang ngajarin adikku belajar mata pelajaran sekolah, sekarang dia ngajarin belajar berenang😄.
Excited banget rasanya, mengapung di air sambil menatap langit biru😄😊. Masih ada PR belajar renang gaya lain, semangat lin, tapi selama sebulan bakalan absen dulu, ramadhan cin😊. See u on next post.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Iseng

Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut,  aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas.  Merasa tak nyaman dan...

Halo Malamku

12.51 WITA hari senin, tanggal 25 November 2019, aku duduk di depan laptopku di tengah malam buta.  "Halo malamku, lama tak berbincang, bagaimana kabarmu? aku? aku baik baik saja. Setidaknya itu yang selalu kucoba. Ngomong-ngomong, ijinkan aku bercerita malam ini. Tentang aku. Tentang hidup yang membawaku jauh dari rumah. Hidup yang membawaku ke tempat ini sekarang dan menemukan diriku yang lain. Diriku yang selalu mencoba untuk kuat menghadapi apapun tantangan di depanku, karena sungguh aku tak punya apapun selain menghadapinya.  Aku yang sekarang adalah aku yang berusaha untuk selalu tangguh, takkan kusalahkan diriku dan siapapun. Ini keputusan dan sudah Allah gariskan untukku. Aku masih sering menangis di pojokan kamar ketika lelahku, ketika mumetnya kepalaku dengan segala permasalahan, mencoba menganalisa, 'aku sedang apa sih?' oh iya, aku sedang meniti masa depanku, aku juga sedang berjudi. Pengalaman  pekerjaan di waktu sebelumnya kadang tak membuat enak hati. ...

Dia yang berwibawa

Dia yang berwibawa. Dengan S3 yang disandang nya tak membuat kesombongan tampil di wajahnya, tak ada kepala yang mendongkak. Senyum dan sapa senyum selalu menyertai. A h, dia tak seperti orang orang bertitel hebat lainnya. Kata sayang juga selalu ditambahkannya dalam setiap kalimatnya, tak ada yang tak suka jika dipanggil dengan seakrab itu. Humor selalu dia sematkan baik dalam perbincangan santai maupun dalam forum formal. Logat maduranya kental, suaranya khas, jika orang mendengar suaranya, ah pastilah dia yang berwibawa. "Syuting di alam sebelah" dia pula yang selalu katakan. Aku memang tak mengenalnya dengan baik, hanya sempat diajarnya satu semester, hanya sekedar sapa sepintas lalu pula, semua itu cukup menorehkan rasa sungkanku padanya . Dia sosok yang membuktikan, untuk menjadi orang yang hebat, dihormati, dan berwibawa dapat dimulai dengan senyum keramahan dan tidak sombong. Dan dia yang berwibawa adalah orang yang luar biasa.