Langsung ke konten utama

Emm, Pingin putih?

Bulan kemarin temanku nawarin cream pemutih gitu, setelah ku cek di internet, harganya lumayan banget, lumayan mahal😄. Reviewnya bagus sih dari yang pernah nyoba tapi berhubung harganya yang cukup mahal aku gak ngambil. Sayang bo duit atus-atus, mana creamnya bisa basi dan pemakaiannya harus habis dalam satu bulan lagi.
Kalo ditanya pingin putih nggak? Pingin, secara aku penganut paham 'cantik itu putih' (pakem tentang standar cantik di indonesia, dan aku mengamininya😑, iya aku gak bersyukur), kulitku sendiri emm item banget gak sih, coklat ala-ala khas indonesia yang eksotis  gitu lah😁.
Kulit mukaku tipe berminyak, banyak bekas jerawat dan komedoan, dan itu yang bikin aku frustasi😥. Aku jarang sih pakai skincare2an gitu, tapi pingin putih, nah loh. Paling scrub sma masker muka aja, gak pake cream2an.
Menurutku untuk punya kulit putih ada dengan 3 cara. Pertama pakai skincare klinik atau cream yang aman namun harganya cukup mahal namun cepat putih. Kedua memakai produk komersil yang gampang ditemui di konter2 atau minimarket, aman dan harganya cukup bersahabat namun putihnya lama bahkan tidak memutihkan hanya mencerahkan atau sekedar membersihkan. Ketiga pakai cream gajebo alias gak jelas bo yang putihnya instan serta cepat dengan harga murah dengan resiko gak aman karena dari kandungan cream abal2nya.
Dan aku pilihhhh, yang kedua. Yup, pilihan pertama berat dikantong, yang ketiga aku gak seberani itu untuk make2 yang kayak gitu meski banyak temanku yang make dan hasilnya cukup bagus, tapi kalo mengingat efek jangka panjangnya, haduhh, cream gajebo, go away.
Aku pingin putih, tapi aku juga gak mau maksa kantongku sama kulit wajahku. So, sekarang aku nyoba pake  wardah lightening day sama night creamnya (keracunan review2 blogger2 dan pajangan di konter wardah yang begitu menggoda😁). Harganya cukup bersahabat di kantong, mudah didapat karena tersedia di minimarket dan konter-konter wardah juga karena produknya sudah diuji kandungannya, aku gak paham banget sih kalo soal teruji enggaknya😄. Logika sederhanaku sih kalo sebuah produk sudah sering dipromosikan di tv2, terus ada nomor BPOMnya berarti aman kan ya. Reviewnya lumayan bagus menurut blogger2, tapi ya itu tadi, meski labelnya lightening, dari yang pernah nyoba katanya hanya mencerahkan sama membersihkan saja. Gak papa deh gak putih banget mukaku, kalo bisa bersih ajalah, kalo entar putih, bonus berarti😄. Yang penting disiplin makenya dan gak berlebihan. Baru satu mingguan juga sih pakenya, kulitku jadi kenyel2 gitu pas bangun tidur setelah make night creamnya,  doain cocok di aku ya? Go go kulit bersih cantik😊.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kita tidak sama

Apa yang kita lakukan, pasti ada saja yang tidak suka dengan kita. Padahal menurut kita, kita melakukan hal yang baik. Itu karena isi kepala setiap orang berbeda beda, ada yang berpendapat A, ada yang B , dan seterusnya. Kritikan selalu datang, kadang membangun, kadang menjatuhkan. Ikuti yang kritik yang membangun, buang kritik yang hanya berusaha menjatuhkan kita. Keep calm down. Toh, Allah menciptakan dunia yang begitu luas dan pasti ada banyak orang untuk kita di luar sana. Yang mampu menerima kita apa adanya.

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Selama Pandemi

Pandemi? jeda. Setelah 2018, 2019 dan awal tahun tadi memforsir badan. Sempat nangis juga awal tahun tadi karena malam-malam kaki sakit karena kecapean. Awal juni kita kembali ke rutinitas, karena tidak ada surat perpanjangan belajar di rumah bagi sekolah. Tidak berekspektasi macam-macam, mau diperpanjang maupun tidak belajar dirumahnya, seperti punya 2 mata sisi uang atau pisau ya? saya percaya pemerintah punya pertimbangan matang untuk mengatasi masalah ini.      Lalu apa kegiatan selama di rumah? Pembelajaran secara daring, saya lakukan dengan menggunakan google classroom bagi kelas XI. Kenapa tidak menggunakan WA? Sempat saya gunakan ketika USBN, namun saya kewalahan dan membingungkan dengan banyaknya chat siswa, memori handphone juga penuh. Google classroom berhasil untuk sebagian siswa, namun ada saja siswa yang mengeluhkan mengenai sulitnya jaringan, ketiadakan kuota internet, belum paham cara menyerahkan tugas di google classroom, namun enggan bertanya, h...