Tadi siang ke acara tasmiyahan anaknya ka Taufik, temen sekantor. Pas mau salaman sama istrinya kebetulan ketemu mba Aryati temen sekantor juga lagi menggendong bayinya ka Taufik, dasar akunya juga suka gemes kalo liat bayi jadinya nyium tuh dede bayinya, lucu banget 😊. Pas udah digendong sama istrinya ka Taufik juga aku cium lagi dede bayinya, temen yang barengan aku gak ada sih yang nyium😄.
Pas salaman istrinya kau taufik bilang gini, 'lagi hamil ya?' Eh, akunya syok campur bingung, mungkin dia ngiranya aku lagi hamil jadi suka sama bayi, padahal emang dari dulunya suka bayi😦.
Pelan ku jawab, 'enggak mba' 😄
Sambil berlalu dari sana. Baper cuy kita, tapi semoga itu doa dan segera punya dede bayi juga, #eh😄.
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar