Lagi, dimusuhin, yang salah siapa, yang marah siapa. Gara-gara ini aku jadi sering bertanya, ya Allah segitu burukkah atitudeku? Aku berusaha, namun masih saja dianggap orang lain salah. Ah, ya sudah, Allah semoga aku tidak mendoakan yang tidak-tidak pada orang itu. Sedikit banyak aku cukup terganggu dengan sikap permusuhannya.
Allah, jangan tempatkan dunia di hatiku, rasanya benar-benar tidak nyaman dan membuatku sedih.
Tapi Allah, aku akan selalu berusaha memperbaiki sikapku. Amin
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar