Langsung ke konten utama

Ma, Anakmu Kini Sudah Dewasa

Ma, anakmu kini sudah dewasa
Apa waktu berjalan dengan cepat ma?
Dewasa, satu kata yang dulu sempat sangat kuinginkan saat kecilku
Orang dewasa tampak hebat Ma
Tampak luar biasa dengan kebebasan mereka
Tampak menyenangkan dengan barang-barang yang mereka miliki
Ma, Dewasa tak sepenuhnya menyenangkan ternyata
Dewasa artinya punya tanggung jawab
Dewasa artinya setiap langkahku punya akibat ke depannya
Dewasa artinya aku tak bisa melakukan apa pun seenaknya layaknya kecilku
Ma, entah....
ini tak begitu menyenangkan
Apa Mama juga merasakan hal yang seperti ini?
Ada mudahku, namun juga ada sulitku
Sulitku rasanya tak beranjak menjauh dengan cepat
tak seperti PR sekolah
Jika aku lupa atau salah
Aku hanya akan dihukum atau mendapat nilai jelek
Setelah itu semuanya baik-baik saja
Namun dewasaku tak sesederhana itu rupanya
Ma, aku ingin sekali bercerita sulitku
Tapi dewasamu  juga punya sulitmu
Ah, jahat jika aku bercerita
Ma, anakmu kini sudah dewasa
Ada mudahku ada sulitku
Tapi kata mereka sulitku akan mengajarkanku banyak hal
Ma, untuk saat ini biar ku tanggung sendiri sulitku
Bahuku masih cukup kuat
Jika nanti tak tertanggungkan
Ah, bukankah Allah akan memberikan kesulitan pada hambanya sesuai dengan kemampuannya?
Jika nanti tak tertanggungkan?
Aku akan baik-baik saja Ma, semua orang dewasa melewatinya
Ma, anakmu kini sudah dewasa
Dan aku baik-baik saja ☺

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dusta

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Catatan Dosen Muda Amatir

Tak terasa sudah satu semester lebih aku menjadi dosen di kampusku STKIP Paris Barantai Kotabaru. Sebagai pengajar muda plus amatir, banyak hal yang kupelajari, seperti cara mengajar dan membuat perangkat perkuliahan. Bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya sebagai orang yang baru dalam dunia pendidikan, aku harus belajar hal-hal yang belum aku ketahui meski aku kuliah di jurusan Pendidikan. Gampangnya, semakin sering aku berlatih maka hal-hal baru tersebut semakin aku akrabi dan terbiasa. Membuat bahan ajar juga bisa dibilang cukup sulit, tak jarang aku harus begadang untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Selain itu dengan umur yang tak berbeda jauh dengan mahasiswa yang kuajar, tak sedikit tatapan-tatapan yang meragukan kemampuanku J , risih sebenarnya di awal, namun dengan berjalannya waktu, aku lebih memilih untuk fokus memperbaiki cara mengajarku dan belajar  lagi dari orang-orang yang lebih tahu dan juga berdiskusi dengan teman-teman, sharing tetang hal-hal yan...