Apa yang ditampilkan di media sosial beberapa tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Sebagai contoh, ketika misal si A menulis sebuah status di BBM bahkan hampir semua yang di posting selalu disukai oleh si B, namun pada kenyataannya kata menyukai di BBM berbanding terbalik dengan sikap si A di keseharian. Si B malah cenderung sinis dan nampak tidak menyukai si A.
Bukankah ini jadi sebuah ironi? Kata menyukai di BBM ternyata tidak mewakili kenyataan yang ada.
Jadi jangan terlalu berpegang apa yang ditampilkan di media sosial, itu akan membuatmu tampak konyol. Seperti topeng yang mereka pasang untuk mengelabuimu dan kau tak seharusnya percaya dan mengganggap itu hal yang perlu untuk dipikirkan. Just enjoy it, jangan pernah merasa terganggu dengan apa yang ditampilkan oleh media sosial. Kehidupan nyata jauh lebih jujur namun tentu tak selalu. Membingungkan kah? 😄 ah rasanya terlalu pagi ya untuk membahas topik seperti ini, maka ya sudah, jangan terganggu.
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar