Kurasa aku
semakin jauh darimu, semakin merasa asing dan sungkan. Tampaknya tak hanya aku
yang merasakannya, kau juga, meski kita adalah saudara. Dibandingkan intensitas
pertemuanku denganmu, dengan teman malah jauh lebih banyak. Aku merasa malu dan
tak nyaman karena ini. Maaf karena mengacuhkanmu dan jarang menanyakan kabarmu,
sebagai adikmu aku terlalu sering mengingat burukmu saja tanpa mengingat betapa
banyak hal yang telah kau lakukan untukku. Tidak ada yang bisa menggantikan
ikatan darah dan status saudara kita, maaf untuk sikap acuhku, semoga kau dan
keluargamu selalu sehat dan kesulitan yang sedang merundungmu segera berlalu,
amin…
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar