Langsung ke konten utama

Rasa Iri

Rasa iri itu kadang muncul menggelayuti
Lelah sebenarnya dengan rasa itu
Menguras tenaga dan waktu
Pikiran ini sulit teralih dari rasa tak puas dengan keadaan

Bangun pagi dengan syukur yang menggunung
Siang hari dengan keluhan hal-hal yang tak bisa dicapai jika dibandingkan  dengan orang lain
Tanyaku padanya
‘Itu normal’
‘Namun jangan sampai itu mengambil alih harimu seharian’
Tentu itu juga banyak ketemui di artikel-artikel yang kubaca setiap hari
Kau tahu?
Praktiknya jauh lebih susah dari itu

Besoknya lagi aku menemui rasa syukur itu sembari tersenyum pada hari
Dan lagi aku menemui diriku yang merutuk untuk aku yang masih stag dengan keadaan
Dan itu terulang dan terulang lagi
Aku seperti melakukan kesalahan yang sama setiap hari
Mereka bilang ‘syukuri saja apa yang ada’!
Ah, tak sekira aku sudah mencobanya berapa kali dalam sehari atau puluhan
Aku hanya berharap pada jawaban
Ada ada dengan ini?
Ada apa dengan perasaan ini?





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karena kita tidak sama

Apa yang kita lakukan, pasti ada saja yang tidak suka dengan kita. Padahal menurut kita, kita melakukan hal yang baik. Itu karena isi kepala setiap orang berbeda beda, ada yang berpendapat A, ada yang B , dan seterusnya. Kritikan selalu datang, kadang membangun, kadang menjatuhkan. Ikuti yang kritik yang membangun, buang kritik yang hanya berusaha menjatuhkan kita. Keep calm down. Toh, Allah menciptakan dunia yang begitu luas dan pasti ada banyak orang untuk kita di luar sana. Yang mampu menerima kita apa adanya.

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Selama Pandemi

Pandemi? jeda. Setelah 2018, 2019 dan awal tahun tadi memforsir badan. Sempat nangis juga awal tahun tadi karena malam-malam kaki sakit karena kecapean. Awal juni kita kembali ke rutinitas, karena tidak ada surat perpanjangan belajar di rumah bagi sekolah. Tidak berekspektasi macam-macam, mau diperpanjang maupun tidak belajar dirumahnya, seperti punya 2 mata sisi uang atau pisau ya? saya percaya pemerintah punya pertimbangan matang untuk mengatasi masalah ini.      Lalu apa kegiatan selama di rumah? Pembelajaran secara daring, saya lakukan dengan menggunakan google classroom bagi kelas XI. Kenapa tidak menggunakan WA? Sempat saya gunakan ketika USBN, namun saya kewalahan dan membingungkan dengan banyaknya chat siswa, memori handphone juga penuh. Google classroom berhasil untuk sebagian siswa, namun ada saja siswa yang mengeluhkan mengenai sulitnya jaringan, ketiadakan kuota internet, belum paham cara menyerahkan tugas di google classroom, namun enggan bertanya, h...