Kadang aku heran dengan orang orang yang sering mengindahkan traffic light. Ada apa sih dengan mereka? Tidak sayang dengan nyawa? Berapa sih nyawamu jika bergantung keberuntungan jika pada saat itu tidak ada kendaraan yang melintas sehingga terbebas kau dari tabrakan? Atau kau buru-buru? Banyak kerjaan yang harus diselesaikan? Hei semua orang juga punya urusan yang butuh disegerakan tapi tindakanmu itu membahayakan dirimu dan juga orang lain. Tidak bisa bersabar sedikit? Paling lama juga di sini traffic lightnya 1 menit. Ini bukan soal tidak menghargai waktu menit, ini soal taat hukum, ada aturan yang harus kita taati saat berkendara di jalan, dan aturan itu dibuat untuk kepentingan bersama. Tidak cukup kah bukti yang terpampang di tv dan koran tentang kecelakaan akibat menerobos lampu merah atau kau harus menyaksikannya sendiri di depan matamu dulu baru taat aturan?
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar