Aku
paling bete yang namanya memarut kelapa. Soalnya selain bikin tangan pegel,
juga parutannya yang tajam itu sering melukai jari-jariku bahkan sampai
berdarah saat memarut. Tapi sekarang tidak lagi, soalnya sudah ada solusi
praktis. Solusinya bukan diparut dengan mesin kelapa yang mahal itu, tapi
melainkan dengan blender. Yup, blender. Caranya mudah saja, kelapa yang sudah
dibersihkan dipotong kecil-kecil hingga ukuran jari orang dewasa, lalu masukkan
ke dalam blender, jangan lupa tambahkan air secukupnya. Tunggu hingga halus.
Nah, kelapa parut sudah siap digunakan. Gak cape, praktis dan tangan pun mulus.
Semoga informasi ini bermanfaat...
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
terima kasih atas inspirasinya! Betul sekali, makanan lezat dan sehat memang sangat penting, akan tetapi mengolah memasak secara tepat juga sama pentingnya.
BalasHapusregards,
oxone