Langsung ke konten utama

Jika kita bisa mengubah masa lalu

Suatu pagi aku terbangun dan berpikir, bagaimana seandainya benar-benar ada alat yang dapat membawa kita kembali ke masa lalu dan mengubah masa lalu, seperti lorong waktu, mesin waktu, doraemon dan alat-alat lain. Aku mencoba membuat beberapa daftar hal-hal yang ingin ku ubah di masa lalu, berikut daftarnya:
  1. aku ingin belajar bahasa inggris dari SD, sehingga bahasa inggrisku lebih baik dari sekarang. 
  2. Belajar Matematika dan ilmu pasti lainnya, aku cukup lemah di bidang itu. 
  3. Belajar photografy, aku cukup tertarik di bidang ini, belajar dari awal sepertinya akan membuatku lebih baik di masa sekarang, juga agar aku dapat mendokumentasikan dan tidak kehilangan momen saat itu. 
  4. Belajar berjualan, menjadi pengusaha adalah salah satu hal yang ingin ku lakukan di masa sekarang, seandainya saat aku kecil tidak malu berjualan mungkin saat ini aku mempunyai usaha kecil-kecilan. 
  5. .Menulis diary, menulis diary punya banyak manfaat, selain kita bisa menuangkan buah pikiran, juga dapat melatih kamampuan menulis kita.
  6. Menabung sehingga aku bisa kuliah di luar negeri dan bisa ngomong cas cis cus dengan bule. 
  7. Meminta maaf pada orang-orang yang pernah ada di hidupku dan pergi mendahuluiku. 
Dan banyak daftar-daftar lainnya yang ingin ku ubah. Namun, tidak ada lorong waktu, mesin waktu, doraemon dan alat –alat seperti itu, tidak ada. Allah punya rencana sendiri. Jika dipikirkan ulang, dunia mungkin akan hancur jika ada yang seperti itu. Akan banyak orang yang menggampangkan suatu masalah, karena toh tinggal ke masa lalu dan merubahnya. Akan ada banyak orang yang tidak berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu, yang paling ekstrim mungkin menghindari kematian sebelum terjadi, padahal kematian seseorang sudah ditakdirkan oleh Allah. Kita memang tidak bisa mengubah masa lalu, namun kita bisa melakukan perubahan dari sekarang, seperti ungkapan yang sering kita dengar, tidak ada kata terlambat, langkah yang kita lakukan saat ini punya andil terhadap masa depan kita. Go ahead.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Orang Iseng

Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut,  aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas.  Merasa tak nyaman dan...

Halo Malamku

12.51 WITA hari senin, tanggal 25 November 2019, aku duduk di depan laptopku di tengah malam buta.  "Halo malamku, lama tak berbincang, bagaimana kabarmu? aku? aku baik baik saja. Setidaknya itu yang selalu kucoba. Ngomong-ngomong, ijinkan aku bercerita malam ini. Tentang aku. Tentang hidup yang membawaku jauh dari rumah. Hidup yang membawaku ke tempat ini sekarang dan menemukan diriku yang lain. Diriku yang selalu mencoba untuk kuat menghadapi apapun tantangan di depanku, karena sungguh aku tak punya apapun selain menghadapinya.  Aku yang sekarang adalah aku yang berusaha untuk selalu tangguh, takkan kusalahkan diriku dan siapapun. Ini keputusan dan sudah Allah gariskan untukku. Aku masih sering menangis di pojokan kamar ketika lelahku, ketika mumetnya kepalaku dengan segala permasalahan, mencoba menganalisa, 'aku sedang apa sih?' oh iya, aku sedang meniti masa depanku, aku juga sedang berjudi. Pengalaman  pekerjaan di waktu sebelumnya kadang tak membuat enak hati. ...

Dia yang berwibawa

Dia yang berwibawa. Dengan S3 yang disandang nya tak membuat kesombongan tampil di wajahnya, tak ada kepala yang mendongkak. Senyum dan sapa senyum selalu menyertai. A h, dia tak seperti orang orang bertitel hebat lainnya. Kata sayang juga selalu ditambahkannya dalam setiap kalimatnya, tak ada yang tak suka jika dipanggil dengan seakrab itu. Humor selalu dia sematkan baik dalam perbincangan santai maupun dalam forum formal. Logat maduranya kental, suaranya khas, jika orang mendengar suaranya, ah pastilah dia yang berwibawa. "Syuting di alam sebelah" dia pula yang selalu katakan. Aku memang tak mengenalnya dengan baik, hanya sempat diajarnya satu semester, hanya sekedar sapa sepintas lalu pula, semua itu cukup menorehkan rasa sungkanku padanya . Dia sosok yang membuktikan, untuk menjadi orang yang hebat, dihormati, dan berwibawa dapat dimulai dengan senyum keramahan dan tidak sombong. Dan dia yang berwibawa adalah orang yang luar biasa.