Menunggu itu membosankan. Ya, ungkapan itulah yang sering kita dengar mengenai menunggu. Banyak orang yang menganggapnya begitu, namun hal ini tidak berlaku jika kita jeli dalam memanfaatkan keadaan. Misalnya dalam sebuah acara, yang mana kita diharuskan menunggu narasumber atau orang yang bersangkutan. Dalam situasi ini, tak jarang kita akan mengeluh dengan acara yang melar dari jadwal yang telah ditetapkan, sehingga akan banyak waktu yang terbuang. Ada beberapa tips dalam menghadapi ini. Bagi yang mungkin sebelum datang ketempat acara merasa lelah dapat memanfaatkan waktu untuk bersantai sambil memperhatikan keadaan sekitar, mengobrol ringan dengan teman, bermain game di handphone, atau membuka jejaring sosial. Bagi yang ingin lebih memanfaatkan waktunya dapat mengisinya dengan membaca buku, membuat tulisan semisal cerpen, artikel, atau puisi, membaca situs berita di internet, berdiskusi dengan teman mengenai topik yang akan dibahas dalam acara, atau yang mempunyai hobby photografy bisa mengambil beberapa moment semisal wajah-wajah yang bosan menunggu dan lainnya. Banyak hal yang dapat kita lakukan saat menunggu. Semoga setelah ini tidak ada ungkapan menunggu itu membosankan, namun sebaliknya menunggu itu bermanfaat. Semoga tulisan ini bisa mengispirasi pembaca. Annyeong...
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar