Langsung ke konten utama

MENUNGGU ITU MEMBOSANKAN

Menunggu itu membosankan. Ya, ungkapan itulah yang sering kita dengar mengenai menunggu. Banyak orang yang menganggapnya begitu, namun hal ini tidak berlaku jika kita jeli dalam memanfaatkan keadaan. Misalnya dalam sebuah acara, yang mana kita diharuskan menunggu narasumber atau orang yang bersangkutan. Dalam situasi ini, tak jarang kita akan mengeluh dengan acara yang melar dari jadwal yang telah ditetapkan, sehingga akan banyak waktu yang terbuang. Ada beberapa tips dalam menghadapi ini. Bagi yang mungkin sebelum datang ketempat acara merasa lelah dapat memanfaatkan waktu untuk bersantai sambil memperhatikan keadaan sekitar, mengobrol ringan dengan teman, bermain game di handphone, atau membuka jejaring sosial. Bagi yang ingin lebih memanfaatkan waktunya dapat mengisinya dengan membaca buku, membuat tulisan semisal cerpen, artikel, atau puisi, membaca situs berita di internet, berdiskusi dengan teman mengenai topik yang akan dibahas dalam acara, atau yang mempunyai hobby photografy bisa mengambil beberapa moment semisal wajah-wajah yang bosan menunggu dan lainnya. Banyak hal yang dapat kita lakukan saat menunggu. Semoga setelah ini tidak ada ungkapan menunggu itu membosankan, namun sebaliknya menunggu itu bermanfaat. Semoga tulisan ini bisa mengispirasi pembaca. Annyeong...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meski Dusta

Persegi Panjang dan Lingkaran tak Sempurnaku

Suara sumbang itu terdengar Telinga hingga pekak Dan hati jadi ciut Senyum yang tersungging, tiba-tiba memudar Kau yang berdiri di sana Ada apa dengan dirimu? Apa isi pikiranmu? Kotak? lingkaran? Segitiga? Bagaimana jika aku persegi panjang atau lingkaran tak sempurna? Mau menggunting isi pikiranku karena tak sama? Kita beda Aku sadar itu Suatu kali kau melakukan yang tak sesuai dengan isi pikiranku Lalu haruskah aku juga menggunting isi pikiranmu? Kenapa aku harus sama? Apa kau benar dengan kotak, lingkaran dan segitigamu? Ya, setidaknya tak ada yang terluka bukan dengan persegi panjang dan lingkaran tak sempurnaku? Ah,tak apa Kau membuat tulisan ini tercipta Di tengah telinga yang pekak Hati yang menciut dan senyum yang memudar Hanya saja kita tak perlu sama

Catatan Dosen Muda Amatir

Tak terasa sudah satu semester lebih aku menjadi dosen di kampusku STKIP Paris Barantai Kotabaru. Sebagai pengajar muda plus amatir, banyak hal yang kupelajari, seperti cara mengajar dan membuat perangkat perkuliahan. Bisa dibilang susah-susah gampang, susahnya sebagai orang yang baru dalam dunia pendidikan, aku harus belajar hal-hal yang belum aku ketahui meski aku kuliah di jurusan Pendidikan. Gampangnya, semakin sering aku berlatih maka hal-hal baru tersebut semakin aku akrabi dan terbiasa. Membuat bahan ajar juga bisa dibilang cukup sulit, tak jarang aku harus begadang untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan. Selain itu dengan umur yang tak berbeda jauh dengan mahasiswa yang kuajar, tak sedikit tatapan-tatapan yang meragukan kemampuanku J , risih sebenarnya di awal, namun dengan berjalannya waktu, aku lebih memilih untuk fokus memperbaiki cara mengajarku dan belajar  lagi dari orang-orang yang lebih tahu dan juga berdiskusi dengan teman-teman, sharing tetang hal-hal yan...