Langsung ke konten utama

Postingan

Kesal

Saya agak kesal, karena postingan lowongan kerja yang saya kirim di sebuah group pencari kerja di facebook, hilang. Postingan saya di group pencari kerja yang satunya masih ada. Saya memposting di dua group. Ada dua kemungkinan, bisa jadi dihapus adminnya atau dilaporkan oleh anggota group, padahal lowongan yang saya posting tidak menyalahi aturan group, setidaknya menurut saya. Mungkin sedikit saya ceritakan kenapa saya posting lowongan kerja di sana. Saya sempat merasakan susahnya mencari kerja. 2018 ada salah satu kaka tingkat saya di kampus yang memposting lowongan kerja di facebook, dan Alhamdulillah saya mendapatkan pekerjaan tersebut dan saya sangat bersyukur (terima kasih ka Ifit). Dari situ saya berpikir, facebook media yang tepat untuk menyebarkan lowongan pekerjaan, saya berharap banyak orang yang terbantu dengan informasi yang saya berikan. Tapi ternyata niat baik saya berbanding terbalik dengan hilangnya postingan saya. Saya memposting lowongan pekerjaan seleksi peneri...

Menurunkan Ekspektasi

Bulan oktober 2019 lalu saya Latsar (Pelatihan Dasar) CPNS di Kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemerintah Prov. Kalsel Banjarbaru. 3 minggu di bulan oktober, bulan November aktualisasi di sekolah, dan 3 hari di awal bulan desember seminar. Setelah seminar kami menerima sertifikat sebagai tanda lulus pelatihan. Kami semua ber40 dalam angkatan XX. Teman saya sebut saja si A sering bilang ke saya jika latsar itu mengerikan, melelahkan, bikin stress, sejenis itulah, pada intinya saya yang memang pada saat itu rada suka overthinking jadi makin down. Untungnya teman saya si B, menenangkan, berkata untuk tidak terlalu memikirkannya dan santai saja menghadapi latsar. Saya agak tenang, namun juga agak waspada. Selain saya baru masuk ngajar lagi setelah di tahun 2015 sempat ngajar, namun cuma setahun, mengajar di sekolah sangat   berbeda dengan mengajar di kampus. Saya kelimpungan dalam beradaptasi dengan lingkungan dan administrasinya. Rekan sesama angkatan lastar s...

Sepatu Kesukaan

Barang apa yang dibeli dengan harga mahal tetapi sangat memuaskan? Ini merupakan pertanyaan di sebuah situs, namun saya tidak cukup PD untuk menjawabnya di sana, jadi saya tulis di sini saja. Jawabannya adalah sepatu saya. Begini bentuknya. Sepatu slip on ini merknya Nevada, saya beli dengan harga 275 ribu tahun 2014 atau 2015 di toko Matahari Duta Mall Banjarmasin. Bagi saya saat itu (sampai sekarang) harga segitu cukup menguras kantong. Namun harga itu ternyata sebanding, sepatu itu sampai sekarang masih awet saya pakai, jadi sudah kurang lebih 5 tahun. Warnanya sudah pudar, namun solnya masih bagus. Sepatu itu sudah menemani saya ke mana-mana, ke gunung ok, ke pantai ok, ke mallpun ok.   Kakak saya suka membuat candaan mengenai sepatu saya ini, dia bilang sepatu saya awet, awet malunya, hahaha, karena warna pudarnya tadi jadi terkesan buluk. Saya sangat suka sepatu ini,  selain karena sepatunya saya tidak banyak, hahaha, juga karena simple dan gak pake ribet, ...

Selama Pandemi

Pandemi? jeda. Setelah 2018, 2019 dan awal tahun tadi memforsir badan. Sempat nangis juga awal tahun tadi karena malam-malam kaki sakit karena kecapean. Awal juni kita kembali ke rutinitas, karena tidak ada surat perpanjangan belajar di rumah bagi sekolah. Tidak berekspektasi macam-macam, mau diperpanjang maupun tidak belajar dirumahnya, seperti punya 2 mata sisi uang atau pisau ya? saya percaya pemerintah punya pertimbangan matang untuk mengatasi masalah ini.      Lalu apa kegiatan selama di rumah? Pembelajaran secara daring, saya lakukan dengan menggunakan google classroom bagi kelas XI. Kenapa tidak menggunakan WA? Sempat saya gunakan ketika USBN, namun saya kewalahan dan membingungkan dengan banyaknya chat siswa, memori handphone juga penuh. Google classroom berhasil untuk sebagian siswa, namun ada saja siswa yang mengeluhkan mengenai sulitnya jaringan, ketiadakan kuota internet, belum paham cara menyerahkan tugas di google classroom, namun enggan bertanya, h...

Bagaimana Jika

Kelelahan

Akhir-akhir ini kegiatan lagi banyak-banyaknya, mulai dari pemberkasan usulan kerja, simulasi UNBK , pelatihan di Banjar, UNBK sampai USBN. Badan rasanya lelah sekali. Sampai rumah biasanya istirahat, tidur lebih awal, namun saat tengah malam terbangun karena badan sakit semua dan itu terjadi hampir tiap malam. Kadang untuk mengurangi pegal di badan, aku melakukan peregangan dan yoga hasil dari menonton youtube, namun itu tak cukup membantu.  Ingin sekali segera libur untuk istirahat namun situasi kurang memungkinkan dengan masih banyaknya kegiatan. Aku minum vitamin dan sari kurma untuk menambah tenaga dan daya tahan tubuh, semoga saja dengan ini aku tidak tumbang kelelahan.  Aku juga rindu rumah, sudah lebih dari sebulan tidak pulang. Dari semuanya, ini yang paling membuat kepikiran. Membayangkan wajah abah, mama, ading. Meski sudah menelpon dan video call, namun masih saja kepikiran untuk segera pulang. Semoga saja lelahku ini berbuah manis, baik untukku maupun keluargaku☺️...

Ajarkan Aku Menjadi Burung

Seorang pria paruh baya menyodorkan selembar kertas padaku Di sana tertulis 'Ajarkan aku menjadi burung'. Aku mengernyitkan dahi ku, menggaruk kepalaku yang tak gatal, menatap bingung ke arah pria itu dan separuh takut Aku ingat dengan jelas Ketika pagi tadi mandi dan menggosok punggungku Aku tak menemukan sepasang sayap di sana Ku ingat dengan jelas juga Aku tak pernah memotong sayap itu hingga berdarah Agar aku sama seperti orang lain Tak juga pernah menjadi bahan percobaan di sebuah lab layaknya di film-film Aku tak pernah melihat maupun menemukan sayap itu di punggungku Lalu, macam mana aku belajar terbang dan mengajarkannya pada orang lain? Tapi aku pernah berkhayal memilikinya Terbang di ketinggian Duduk di antara ranting pohon tertinggi di sebuah bukit Sembari menikmati sunyi Aku sering mencicit, mengoceh Mungkin itu bisa kuajarkan Burung untapun juga seekor burung Punya sayap namun tak bisa terbang Aku bisa ajarkan lari layaknya burung unta Ah...ap...