Langsung ke konten utama

Postingan

Bagaimana Jika

Kelelahan

Akhir-akhir ini kegiatan lagi banyak-banyaknya, mulai dari pemberkasan usulan kerja, simulasi UNBK , pelatihan di Banjar, UNBK sampai USBN. Badan rasanya lelah sekali. Sampai rumah biasanya istirahat, tidur lebih awal, namun saat tengah malam terbangun karena badan sakit semua dan itu terjadi hampir tiap malam. Kadang untuk mengurangi pegal di badan, aku melakukan peregangan dan yoga hasil dari menonton youtube, namun itu tak cukup membantu.  Ingin sekali segera libur untuk istirahat namun situasi kurang memungkinkan dengan masih banyaknya kegiatan. Aku minum vitamin dan sari kurma untuk menambah tenaga dan daya tahan tubuh, semoga saja dengan ini aku tidak tumbang kelelahan.  Aku juga rindu rumah, sudah lebih dari sebulan tidak pulang. Dari semuanya, ini yang paling membuat kepikiran. Membayangkan wajah abah, mama, ading. Meski sudah menelpon dan video call, namun masih saja kepikiran untuk segera pulang. Semoga saja lelahku ini berbuah manis, baik untukku maupun keluargaku☺️...

Ajarkan Aku Menjadi Burung

Seorang pria paruh baya menyodorkan selembar kertas padaku Di sana tertulis 'Ajarkan aku menjadi burung'. Aku mengernyitkan dahi ku, menggaruk kepalaku yang tak gatal, menatap bingung ke arah pria itu dan separuh takut Aku ingat dengan jelas Ketika pagi tadi mandi dan menggosok punggungku Aku tak menemukan sepasang sayap di sana Ku ingat dengan jelas juga Aku tak pernah memotong sayap itu hingga berdarah Agar aku sama seperti orang lain Tak juga pernah menjadi bahan percobaan di sebuah lab layaknya di film-film Aku tak pernah melihat maupun menemukan sayap itu di punggungku Lalu, macam mana aku belajar terbang dan mengajarkannya pada orang lain? Tapi aku pernah berkhayal memilikinya Terbang di ketinggian Duduk di antara ranting pohon tertinggi di sebuah bukit Sembari menikmati sunyi Aku sering mencicit, mengoceh Mungkin itu bisa kuajarkan Burung untapun juga seekor burung Punya sayap namun tak bisa terbang Aku bisa ajarkan lari layaknya burung unta Ah...ap...

Untuk Bu Yuli

Nanti kita cerita tentang hari ini Tentang pertemuan dan perpisahan yang niscaya terjadi Tentang kweni yang sering kau bawa ke sekolah Yang dengan senang hati lekas ku bawa pulang Ku tenteng dalam kresek hitam Tentang tawamu ketika bu Gusti melontarkan sebuah lelucon Nanti kita cerita tentang hari ini Tentang kenangan belasan tahun yang tak mungkin kau lupa dengan guru-guru yang lain Aku?... Berdiri di belakang barisan Menghentakkan pelan ujung sepatuku ke tanah Berdiri canggung Bingung ingin bersikap dan berkomentar apa Kar e na pertemuan kita yang sebentar Selamat bertugas di tempat yang baru bu Yuli Jika nanti bertemu, kita bercerita tentang hari ini

Meski Dusta

Bagaimana Minggumu

Sayang...  Bagaimana minggumu? Mingguku adalah tentang sebuah angkutan umum tua Ditemani musik dangdut koplo yang diputar supir dengan keras memekakkan telinga Dan asap rokok kretek yang menusuk hidung Tubuh yang tersentak kesana kemari karena jalan yang berlubang Juga Obrolan ibu paruh baya dan temannya dengan suara nyaring menyaingi suara mesin taksi tua Si supir sedang bercerita tentang istri keduanya Tapi  aku tak peduli,  Aku melemparkan pandanganku keluar jendela Melihat ilalang yang tumbuh memutih di bekas lahan terbakar Aku hanya penasaran,  Bagaimana minggumu?

2019ku

Aku? Di 2019 Menatap ujung sepatuku yang berdebu Menatap helaian rambut yang rontok di tanganku sambil berdecak Menatap ujung rokku yang manyapu rumput di lapangan hijau Menatap jas hujanku yang robek di ketiaknya Mengunyah pentol dan meminum pop ice vanilla blue  Menggoyangkan kaki di bawah meja sambil mengetikkan sesuatu di laptop dan menguping gosip terbaru Kamu? Bagaimana 2019mu? Sini duduk  Jika aku tak sedang egois aku akan mendengarkanmu Jika tidak,  entah...