Tak kujanjikan setelah perjalanan ini aku akan jadi orang yang jauh lebih baik dari sebelumnya, tapi kupastikan aku menjadi pribadi yang berbeda dalam memandang hidup. Setiap tempat yang kudatangi memberikan cerita tersendiri, meski tak setiap detiknya kutangkap maknanya tapi aku banyak belajar dari ini. Aku tak akan bilang ini adalah perjalanan yang singkat, bukan juga soal jarak. Ini tentang menikmati, memberanikan diri keluar dari zona nyaman, melawan ketakutan. Semoga pada kesempatan lain aku bisa kembali melakukan perjalanan, mungkin pada tempat yang berbeda, suasana baru dan orang-orang baru. Terima kasih Allah untuk kesempatan yang Kau berikan, terima kasih :).
Akhir-akhir ini ada yang menghubungiku via telepon dan SMS. Pertama kali mengirim sms dan menelpon cukup baik dengan menyebutkan nama, namun beberapa waktu kemudian mulai mengatakan hal-hal yang jorok dan tidak sopan, bahkan awalnya dia mengatakan namanya A, menjadi B saat kutanya lagi untuk memastikan. Awalnya kuabaikan dengan tidak mengirim sms balik dan menutup teleponnya, tapi ternyata itu tidak menghentikan orang tersebut, malah kembali mengirim pesan tersebut dan menelpon berkali-kali saat tengah malam. Terus terang aku merasa terganggu, apa lagi orang tersebut tidak menyebutkan dengan jelas siapa dia dan tinggal di mana. Bukankah seharusnya jika memang ingin berteman harus memperkenalkan diri dengan baik dan sejelas-jelasnya untuk menghindari kesalahpahaman? Tapi tidak begitu dengan orang tersebut, aku juga bukan tipe orang yang menutup diri dari telepon orang lain yang ingin berteman atau sekedar bertanya, selama dia tujuannya baik dan jelas. Merasa tak nyaman dan...
Komentar
Posting Komentar